loder

Mengapa NLP Penting?

Di Indonesia, NLP (Natural Language Processing) belum dapat dibilang sebagai sesuatu yang common karena sifatnya yang multidisiplin, dimana NLP menggabungkan antara berbagai macam disiplin ilmu termasuk ilmu komputer dan linguistik komputasi. Tetapi dari segi penerapan, bisa kita lihat beberapa contoh yang mungkin pernah Anda temui dalam kehidupan sehari-hari secara sadar maupun tidak sadar.

Saat Anda berbelanja online, terkadang Anda sudah tidak lagi chattingan dengan manusia, tetapi Anda chatting dengan program yang dilatih untuk melakukan percakapan. Konsep utama AI adalah mencoba meniru behaviour manusia sehingga sederhananya kita bisa menyimpulkan bahwa chatbot yang baik, tidak akan membuat lawan bicaranya sadar bahwa dia tidak sedang berinteraksi dengan manusia. Inti dari NLP adalah bagaimana caranya agar komputer bisa mengerti bahasa manusia (natural language).

Kita tampaknya sudah sering sekali berinteraksi dengan berbagai aplikasi yang memanfaatkan konsep Natural Language Processing (NLP) sebagai salah satu fitur utamanya ini. Bagi Anda yang menggunakan Android, pasti sudah tak asing dengan yang namanya Google Assistant, ataupun Siri pada Product Apple dan Cortana pada Windows.

Bahkan mungkin Anda sudah pernah melihat salah satu video pada tahun 2018 dimana Sudar Pichai (CEO Google) menunjukkan kepada kita saat menjadi pembicara di Google I/O ’18, bagaimana Google Assistant bisa menelpon secara otomatis ke tempat bisnis lokal seperti salon dan dokter untuk melakukan reservasi. Selain itu banyak produk lain yang menjadikan NLP sebagai pondasinya seperti aplikasi Chatbot, Social Media Analysis, hingga Mesin Penerjemah dan Mesin Pencari (Search Engine).

Di Indonesia, penggunaan chatbot sudah marak di kalangan perusahaan besar baik dari bidang e-commerce, perbankan, bahkan BUMN sekalipun. Mari kita ambil salah satu contoh penerapan chatbot, yaitu pada bidang e-commerce. Databoks memperkirakan pada tahun 2023 jumlah pengguna e-commerce di Indonesia akan mencapai angka 212,2 juta pengguna. Tentu ini akan membutuhkan terobosan yang bisa mempercepat proses bisnis, dan salah satu solusinya adalah chatbot karena bisa melayani pelanggan kapanpun, dan membuat pekerjaan menjadi lebih efektif.

Prosa.ai pun berkontribusi dengan menyediakan layanan customer engagement yang terdiri dari Multi-channel CX Analysis, Speech Analytics, dan Chatbot.


Produk Chatbot yang dikembangkan Prosa.ai menggunakan teknik terkini di bidang NLP sehingga akan membuat percakapan Anda menjadi interaktif dan tentunya natural. Beberapa fitur utama yang dimiliki Chatbot Prosa.ai adalah kemampuan untuk memahami dan menghasilkan response menggunakan Bahasa Indonesia, penyimpanan data yang aman, kemampuan menangani pertanyaan yang kompleks dan melakukan proses learning secara otomatis berdasarkan response dari chatbot agent dan data input.

Bagi Anda yang terjun ke dunia bisnis, Anda tentu sudah paham bahwa customer experience merupakan pembeda antara satu bisnis dengan kompetitornya. Ketika pelanggan mendapatkan customer experience yang baik maka dapat dipastikan pelanggan tersebut akan memiliki hubungan jangka panjang yang baik dengan bisnis Anda, dan juga hal tersebut akan menjadi promosi gratis bagi bisnis Anda.

Multichannel CX Analysis memungkinkan anda menganalisis customer experience dengan efektif sehingga Anda bisa mendapatkan wawasan yang bermanfaat untuk bisnis Anda. Anda dapat mengetahui topik-topik yang sedang menjadi buah bibir, mencari keyword yang cocok untuk promosi, dan bahkan melakukan analisis sentimen untuk mengetahui tingkat kepuasan pelanggan Anda. Bayangkan saja akan seberapa efektif konten bisnis Anda jika Anda menggunakan kata kunci yang sedang viral di Indonesia.

Speech Analytics memungkinkan Anda untuk mendapatkan informasi yang berguna untuk meningkatkan kualitas customer service melalui percakapan telepon antara pelanggan dengan customer service. Data statistik seperti jumlah panggilan, durasi rata-rata, dan tren panggilan akan tersaji untuk Anda. Selain itu dengan kemampuan NLP-Engine yang dibuat Prosa.ai, Speech Analytics juga memungkinkan identifikasi kebutuhan pelanggan, melakukan analisis sentimen, bahkan melakukan klasifikasi topik dan kategori panggilan seperti pertanyaan, saran atau komplain.

Selain di bidang e-commerce, salah satu penerapan NLP yang tak kalah penting di Indonesia adalah pada social media. Mengutip laporan harian Kompas.com yang menyatakan bahwa jumlah pengguna aktif media sosial di Indonesia telah mencapai 61,8 persen pada tahun 2021, dimana bisa kita lihat bahwa orang Indonesia bisa menghabiskan 3 jam 14 menit dalam satu hari untuk mengakses media sosial. Hal ini membuat informasi beredar dengan cepat di media sosial Indonesia, bahkan terkadang informasi beredar tanpa proses verifikasi, cek dan re-check terlebih dahulu. Sehingga kemudian muncul kekhawatiran akan informasi invalid yang beredar di masyarakat atau yang kita kenal dengan istilah hoax. Bahkan Kominfo sendiri mencatat ada 800.000 situs penyebar hoax dan hate speech di Indonesia, yang diperkirakan jumlahnya masih akan terus meningkat.

Di dunia internasional, ada beberapa terobosan yang ditawarkan untuk menyelesaikan permasalahan ini. Salah satunya adalah Fake Bananas pada HackMIT 2017 yang membuat infrastruktur berbasis machine learning yang mendeteksi tingkat validitas suatu berita dengan cara membandingkan artikel berita yang akan di cek kebenarannya dengan artikel berita dari sumber terpercaya dan juga sumber berita yang tidak memiliki reputasi. Selain itu, ada juga pendeteksi hoax buatan tiga mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) yang berhasil menjadi juara pertama pada Imagine Cup 2017.

Sebagai bentuk kontribusi Prosa.ai dalam menyelesaikan permasalah tersebut, Prosa.ai hadir dengan solusi berupa Hoax Intel yang merupakan hasil kerjasama dengan KEMKOMINFO & MAFINDO. Hoax Intel merupakan sistem pendeteksi hoax berbasis kecerdasan buatan. Teknologi Deep Learning yang digunakan oleh pada platform ini mampu menganalisis dan mengklasifikasi berita untuk mengidentifikasi tingkat validitas berita tersebut. Hoax Intel menyediakan empat fitur utama, yaitu Pelaporan Hoax, Penyajian Artikel terkait, Diskusi Validitas, dan Basis Data Hoaks. Untuk menggunakan produk ini, Anda bisa mencoba nya melalui line atau pun telegram dengan meng-klik artikel berikut.

Bagaimana, tertarik untuk mengembangkan bisnis dengan NLP?

Eits, tunggu dulu. Ternyata memulai dengan NLP, tidak harus dari Nol. Prosa.ai juga mempunyai produk untuk melakukan berbagai macam proses berbasis NLP terhadap data Anda, yang dikenal dengan NLP Toolkit.

Dengan adanya NLP Toolkit, Anda tidak perlu lagi bekerja dari awal untuk menyelesaikan task yang butuh proses NLP didalamnya. Anda pun bisa melakukan emotion detector, klasifikasi teks dan bahkan ekstraksi informasi menggunakan tools yang sudah dikembangkan oleh Prosa.ai. Mulai dari melakukan monitoring media sosial dan portal berita, manajemen dokumen, menganalisis konten, hingga menganalisis feedback customer. Jadi, sudah tau kan apa yang bisa Anda capai dengan NLP?

Pelajari lebih lanjut bagaimana NLP Prosa dapat membantu operasional bisnis Anda di sini

None
None
None
None
None
None
None
None
None
None
None
None
None
None
None
None
None
None
None
None
None
None
None
None
None
None
None
None
None
None
None
None
None
None
None
None
None
None
None
None
None
None
None
None
None
None
None
None
None
None
None
None
None
None
None
None
None
None
None
None
None
None
None
None
None
None
None
None
None
None
None
None
None
None
None
None
None
None
None
None
None
None
None
None
None
None
None
None
None
None
None
None
None
None
None
None
None
None
None
None
None
None
None
None
None
None
None
None
None
None
None
None
None
None
None
None