22 Jun 2022
Perusahaan platform Software-as-a-Service (SaaS) berbasis teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) Prosa.ai mempresentasikan berbagai produk speech processing mereka yang didukung AI dan Natural Language Processing (NLP) untuk dukung kebutuhan masyarakat di Indonesia.Prosa.ai sendiri merupakan perusahaan teknologi pemrosesan bahasa teks dan suara untuk bahasa Indonesia, dan memiliki misi untuk mendukung bisnis dan masyarakat untuk produktivitas yang lebih efektif.“Guna memenuhi berbagai kebutuhan akan teknologi maupun software yang digunakan untuk memproses suara maupun mensintesis suara, Prosa menghadirkan berbagai produk mulai dari platform SaaS yang dapat digunakan publik secara langsung, optimalisasi bisnis, dan customer engagement,” kata Co-Founder & Chief Scientist of Speech Prosa.ai, Dessi Puji Lestari dalam paparannya di webinar AI Product Showcase Week KORIKA, Rabu (15/6/2022).Dessi kemudian menjelaskan, melalui produk-produk untuk kebutuhan tersebut Prosa.ai memiliki misi untuk mendemokratisasi teknologi AI-NLP, khususnya untuk bahasa Indonesia agar dapat tersedia bagi seluruh kalangan secara mudah, cepat, dan terjangkau.Salah satu produk yang dimiliki Prosa.ai adalah Speech API, yang bisa digunakan secara luas oleh pada developer aplikasi dengan kebutuhan untuk teknologi speech to teks atau dari suara ke teks dan sebaliknya. Teknologi ini membantu pengembang untuk tidak perlu lagi membangun model AI sendiri.“Bapak Ibu bisa langsung menggunakan, dan nanti kalau misalkan ada kekurangan baik dari sisi akurasi ataupun kesesuaian dengan domain, kita bisa adaptasi bersama sesuai dengan domain yang diperlukan oleh Bapak dan Ibu. Jadi para pengembang bisa memanggil API Speech Prosa dengan mudah, dan dapat diintegrasikan secara cepat,” jelas Dessi.Hal tersebut dapat diakses dan digunakan oleh para pengembang dengan harga yang terjangkau, bahkan dapat dilakukan free trial terlebih dahulu. Percobaan gratis atau free trial ini pun memiliki kuota lebih banyak untuk bidang edukasi.Sementara Product Manager Prosa.ai Fahri Surya kemudian menuturkan, bahwa para pengembang yang ingin menggunakan kapabilitas AI-NLP sudah dapat mengakses kapabilitas ini secara umum, menggunakan layanan SaaS dalam bentuk API.Para pengembang kemudian dapat mengunjungi situs resmi Speech API Prosa.ai di sini, untuk kemudian dapat melihat berbagai fitur dari produk tersebut serta berbagai ide use case dari layanan SaaS ini.“Jadi pengembang bisa langsung dialihkan ke halaman Prosa console kami, yang sudah menyediakan pilihan-pilihan yang diperlukan, baik itu text to speech atau sebaliknya, serta pemrosesan NLP lainnya dalam bentuk text processing, seperti itu,” jelas Fahri.Prosa.ai kemudian berharap pengembangan berbagai produk speech processing yang ada secara lokal, kemudian dapat membuat penerapan maupun pengembangan AI di Indonesia dapat meningkat secara cepat.Hal ini terutama dengan penerapan teknologi AI-NLP yang menawarkan berbagai manfaat, diantaranya adalah ekstraksi data dan informasi teks maupun suara yang sifatnya tidak terstruktur, bisa dilakukan secara instan walaupun jumlahnya sangat banyak.“Hal ini tentu akan menghemat waktu dan ongkos, meningkatkan produktivitas pegawai, meningkatkan kepuasan pelanggan, lalu bisa juga menurunkan human error, dan bisa juga membantu mempercepat proses pengambilan keputusan dengan berdasarkan data,” jelas Dessi.Artikel ini diambil dari Cloud Computing Indonesia (telah memperoleh ijin untuk menyebarluaskannya) sehingga dapat diakses kembali melalui link ini
21 Jun 2022
Salyns New URL Input Features Has Been Released
Prosa.ai berhasil menghadirkan fitur baru pada solusi Salyns. Awalnya Salyns digunakan untuk menyalin suara secara otomatis dari kegiatan daring baik secara live dan ataupun rekaman, dengan teknologi speech to text.Kini dengan adanya fitur "unggah link video" di Salyns, membuat transkripsi suara menjadi teks bukan hanya semakin mudah, tetapi sangat cepat dan praktis, Sob!Biasanya jika video yang ditonton memiliki subtitle, kita jadi lebih seksama memperhatikan poin-poin yang sedang dibicarakan. Namun, fitur itu hanya tersedia melalui youtube dan tidak dapat diaplikasikan pada semua video. Hmm, jadi mau bagaimana lagi, kita harus mencatat setiap poin dengan detail agar tak terlewat satu poin penting pun.Jangan khawatir bagi para pelajar, mahasiswa, sekretaris hingga siapapun yang ingin kepraktisan, semua keribetan itu sudah tidak berlaku lagi di zaman serba teknologi ini, betul kan Sob. Inilah yang menjadi alasan diluncurkan fitur baru "Unggah Link Video" oleh solusi Prosa, Salyns!Transkripsikan Sekarang!! Video Manapun di Youtube, Google Drive dll!Salyns merupakan transkripsi online pengubah suara menjadi teks Bahasa Indonesia berbasis cloud yang yang membuatnya menjadi mudah untuk dibagikan.Salyns merilis fitur baru yang belum ditemukan di aplikasi lain semacam nya, memungkinkan pengguna mendapatkan catatan yang bisa diedit, ditandai, dan dibagikan dari hasil transkripsi video manapun yang ada di internet (misal youtube, dropbox, maupun google drive).Ya, kini semua itu bisa dilakukan, semudah memasukan URL video pada kolom yang telah disediakan.Coba Salyns sekarang. Dapatkan kuota gratis 4 jam untuk mendapatkan salinan suara terbaik di video favoritmu!Ssst, jangan sampai ketinggalan tetangga sebelah ya Sob, dengan hadirnya inovasi solusi Salyns yang bikin kamu nggak perlu ribet nyatet di https://salyns.prosa.ai
27 May 2022
Optimalkan Customer Service Bisnismu dengan Bantuan Asisten Virtual
Pada era digital saat ini, teknologi memainkan peran penting dalam kehidupan manusia sehari-hari. Perkembangan teknologi ini tentu juga harus diadaptasi oleh pelaku bisnis untuk meningkatkan kepuasan pelanggan dengan beradaptasi terhadap perubahan pola kehidupan.Layanan pelanggan atau customer service kini berangsur menjadi digital dengan adanya teknologi yang saat ini marak dikenal sebagai asisten virtual. Kemudahan akses internet memungkinkan orang untuk bertransaksi 24/7 menjadi salah satu sebab kualitas pelayanan harus tetap terjaga. Sumber daya manusia terbatas dan performansi kualitas pelayanan yang relatif menurun pada saat tertentu membuat kehadiran asisten virtual dibutuhkan.Kehadiran Asisten VirtualMungkin untuk kebanyakan orang sudah sering mendengar dan sudah akrab dengan penggunaan chatbot sebagai substansi customer service dengan sistem kerja yang otomatis dan mampu menjawab pertanyaan customer dalam waktu yang cepat, tepat dan akurat tentunya.Uniknya sistem ini untuk pengguna chatbot memungkinkan kita memiliki asisten virtual. Asisten virtual ini dapat menjawab pertanyaan secara responsif dan tentunya lebih efisien.Mengapa begitu? karena pesan dapat dibalas secara otomatis. Asisten virtual ini sifatnya teks dan diprogram untuk membalas pertanyaan sederhana dengan jawaban yang telah di setting atau ditulis sebelumnya oleh pemilik. Fungsi dari asisten virtual sendiri dapat berfungsi dengan baik untuk pertanyaan dan jawaban spesifik yang telah dilatih si pemilik secara otomatis.Wah ternyata perkembangan zaman sekarang sangat membantu dan luar biasa sekali sistem kerjanya. Penggunaan asisten virtual ini sendiri sebetulnya sangat bervariasi kembali lagi tergantung dari target dan kebutuhan sebuah perusahaan.Diambil sebagai contoh yaitu aplikasi belanja online, biasanya asisten virtual digunakan untuk mengarahkan pelanggan atau customer untuk membeli suatu produk yang telah disediakan kemudian beberapa perusahaan lainnya juga menggunakan asisten virtual untuk menggantikan fungsi dari call center.Melalui kecerdasan buatan (AI), behaviour manusia dapat ditiru dengan adanya asisten virtual yang baik, sehingga tidak akan membuat lawan bicaranya sadar bahwa dia tidak sedang berinteraksi dengan manusia. Tentunya, kini banyak pula perusahaan memanfaatkan asisten virtual sebagai fasilitas untuk pelanggannya.Asisten virtual memungkinkan mesin yang telah dilatih untuk menjawab pertanyaan pengguna dengan kata kunci tertentu. Maka, setiap kali asisten virtual memperoleh pertanyaan dari pengguna, secara otomatis ia akan menyesuaikan jawaban mana yang sesuai dengan intent dan keyword pertanyaan yang diajukan. .Saat ini, terdapat asisten virtual yang didukung oleh teknologi conversational AI (Artificial Intelligence / kecerdasan buatan) yang mampu meningkatkan layanan pelanggan (customer service) yang responsif dan efisien. Hal ini diwujudkan melalui solusi Prosa Conversa, Platform Asisten Virtual 2.0.Tren Asisten VirtualData yang ditunjukkan oleh Google trend mengenai pencarian kata kunci “chatbot” di Indonesia juga terus menunjukkan kenaikan selama 5 tahun terakhir, khususnya atensi yang berada pada puncaknya saat awal pandemi. Hal itu dikarenakan masyarakat mulai menyadari bahwa mereka mempunyai banyak pertanyaan namun bingung kemana dan siapa harus bertanya dengan jawaban yang cepat dan akurat. Tren kenaikan ini menunjukan bahwa masyarakat secara umum semakin menyadari eksistensi dan kebermanfaatan chatbot (asisten virtual).Bagaimana Asisten Virtual dapat Mengoptimalkan Layanan Pelanggan?Dibandingkan chatbot konvensional, asisten virtual yang menggunakan teknologi conversational AI ini mampu mengoptimalkan layanan pelanggan dengan kelebihannya sebagai berikut :Pemahaman pertanyaan dan tanggapan pelanggan secara akurat.Pertanyaan dapat dipahami dengan kata kunci tertentu, sehingga perbedaan struktur kalimat tetapi dengan maksud yang sama tidak menjadi masalah sehingga dapat tersampaikan dan mendapat jawaban yang diinginkan.Database dan pemeliharaan pengetahuan yang mudah.Dengan adanya platform conversational AI, percakapan konsumen dengan agen, topik percakapan, maupun sentimen pelanggan dapat tersimpan dengan baik sebagai database yang dapat dikelola menjadi insight bisnis.Pengalihan dari voice bot ke agen yang mudah.Dalam beberapa kasus, pertanyaan unik yang melibatkan sisi emosional konsumen tak dapat direspon dengan optimal oleh asisten virtual. Oleh karena itu, platform ini memudahkan pelanggan untuk menghubungi agen untuk penanganan masalah secara manual.Bot suara dengan suara alami dan suara sintetis yang dapat disesuaikan.Memanfaatkan integrasi text-to-speech dan speech-to-text, Conversa mampu menjadi voicebot yang terdengar alami.Integrasi multi saluran.Platform ini mampu mengintegrasi saluran layanan pelanggan secara omnichannel (WA, Line, Telegram, FB Messenger, Widget Live Chat). Memudahkan agen untuk menanggapi pelanggan dari berbagai saluran dalam satu tempat.Keuntungan Asisten Virtual Bagi Pelaku UsahaSedangkan bagi pelaku usaha, terdapat kelebihan yang mampu menguntungkan dari segi bisnis, yakni sebagai berikut :Efisiensi biaya sumber daya manusia.Dengan otomatisasi layanan pelanggan melalui asisten virtual, diperlukan lebih sedikit tenaga manusia atau agen dalam merespons pertanyaan dengan pola serupa. Hal ini karena salah satu peran asisten virtual layaknya FAQ interaktif.Pengalaman pelanggan yang lebih baik dan responsif.Dalam pelayanan serba digital saat ini, kecepatan waktu atau responsivitas dalam menjawab adalah hal yang harus diperhatikan. Dengan adanya asisten virtual yang mampu melayani pelanggan 24/7, bukan hal yang tak mungkin pengalaman pelanggan akan meningkat.Cara Mudah Optimasi Layanan PelangganPada sebuah bisnis, pelayanan dengan responsivitas tinggi atau fast response menjadi prioritas karena dapat berdampak langsung pada kepuasan dan pengalaman pelanggan. Hal itu dapat diatasi dengan chatbot yang diberdayakan oleh kecerdasan buatan yang mampu melakukan percakapan secara natural layaknya dengan manusia dan meminimalkan kesalahan yang terjadi akibat kekeliruan manusia.Hal tersebut dihadirkan oleh solusi Prosa Conversa, Asisten Virtual AI yang mampu mengotomatisasi percakapan dan layanan pelanggan Anda melalui omnichannel conversational AI yang bekerja 24/7 yang dapat digunakan oleh berbagai lini bisnis untuk mengoptimalkan customer servicenya. Untuk mengetahui fitur dan manfaat lebih lanjut, kunjungi https://prosa.ai/solutions/chatbots selengkapnya!
20 May 2022
Pahami Pentingnya Autentikasi Akun Pengguna
Banyak sekali proses dan aktivitas kini beralih secara digital. Namun, peningkatan arus digitalisasi ini juga disertai dengan beberapa tantangan, diantaranya keamanan finansial, privasi informasi, dan ancaman keamanan data pribadi. Organisasi bisnis juga rentan terhadap tantangan seperti serangan siber, peretasan, dan penipuan saat mereka menggunakan teknologi modern. Untuk itu, sistem keamanan yang terjamin menjadi penting untuk mendukung aktivitas digital setiap penggunanya.Maraknya Modus Penipuan Digital (Online)Tindak kejahatan bermodus penipuan sudah sangat meresahkan masyarakat pengguna teknologi digital. Setelah SMS, kini para penipu beraksi menggunakan aplikasi WhatsApp. Motif penipuannya bermacam-macam, mulai dari meminta uang, pengambilalihan akun WhatsApp, penawaran hadiah, menang kuis, hingga mengaku dari pihak bank. Kejahatan siber ini merupakan sisi negatif dari dunia maya yang mengancam semua warganet. Di Tanah Air sendiri kasusnya sudah mencapai ribuan kali, khususnya terkait penipuan online.Kejahatan tersebut dapat ditemui di berbagai platform, di antaranya WhatsApp sebanyak 8.357 kasus, Instagram dengan 2.621 kasus, dan telepon atau SMS sebanyak 2.324 kasus, yang kemudian terungkap dalam sebuah simposium bertajuk “Keamanan Berinternet untuk Mencegah Penipuan di Ranah Daring” yang digelar pada 18 Mei 2022 lalu. Dari sisi korbannya sendiri, terdapat tiga wilayah di Indonesia yang terbilang tertinggi korbannya untuk kasus penipuan di ranah digital. Wilayah Jawa Barat menjadi peringkat pertama dengan 3.090 kasus dan disusul DKI Jakarta dengan 2.556 kasus serta Jawa Timur 1.577 kasus.Teknologi AutentikasiMengontrol akses adalah hal paling penting dan fundamental dari semua sistem keamanan. Pencegahan dari serangan penipuan digital yang berawal dari proses autentikasi akan menjauhkan potensi berjatuhannya korban kejahatan siber. Secara sederhana, hanya orang tertentu yang diizinkan masuk, dan orang yang tidak memiliki perizinan tidak boleh masuk. Sistem keamanan ini dilakukan dengan mengonfirmasi, atau yang dikenal juga dengan autentikasi, identitas orang yang mencari akses. Setelah itu dilakukan verifikasi untuk memeriksa apakah orang tersebut diizinkan untuk masuk.Autentikasi adalah proses menentukan seseorang atau sesuatu, sesuai dengan siapa atau apa yang dinyatakannya. Teknologi autentikasi memberikan kontrol akses untuk sistem dengan memeriksa untuk melihat apakah kredensial pengguna cocok dengan kredensial dalam database pengguna yang berwenang atau di server autentikasi data.Autentikasi biasanya dilakukan dengan memberikan tanda pengenal pengguna, seperti alamat email untuk mengidentifikasi orang tersebut. Kata sandi rahasia yang hanya diketahui oleh orang tersebut juga digunakan untuk mengonfirmasi identitas. Umumnya, pengguna harus memilih nama pengguna atau ID pengguna dan memberikan kata sandi yang valid untuk mulai menggunakan sistem. Untuk perusahaan dan organisasi besar lainnya, autentikasi dapat dilakukan dengan menggunakan sistem masuk tunggal atau SSO, yang memberikan akses ke beberapa sistem dengan satu set kredensial untuk login.Cara Bekerja AutentikasiAutentikasi menjadi signifikan sebagai suatu proses yang menjadi tindakan atau pembuktian atau validasi terhadap identitas pengguna ketika ingin memasuki dan mengakses sistem penting tertentu. Namun, autentikasi juga menjadi teknologi yang paling sering dipermasalahkan pada perangkat Android. Hal ini tampak riskan sebab menjadi validasi data pertama saat pengguna ingin memasuki sistem tertentu.Bagaimana cara autentikasi bekerja? Selama proses autentikasi, kredensial yang diberikan oleh pengguna akan dibandingkan dengan kredensial yang ada di file sistem operasi lokal atau melalui server autentikasi. Jika kredensial cocok, dan pengguna yang diautentikasi diberi wewenang untuk menggunakan sumber daya atau data, proses selesai dan pengguna diberikan akses. Secara tradisional, autentikasi dilakukan oleh sistem atau sumber daya yang diakses; misalnya, server yang mengautentikasi pengguna menggunakan sistem kata sandinya sendiri, diimplementasikan secara lokal, memakai ID login (nama pengguna) dan kata sandi. 3 Alasan Pentingnya AutentikasiMengapa autentikasi pengguna menjadi penting? Alasan mendasarnya adalah terkait privasi dan kerahasiaan. Dengan menggunakan nama pengguna dan kata sandi yang unik, autentikasi pengguna membantu bisnis melindungi privasi dan kerahasiaan informasi pelanggan mereka. Untuk layanan dan aplikasi online, banyak bisnis juga menggunakan autentikasi SMS untuk memverifikasi akun pengguna dan mengirim pin otorisasi kepada pelanggan saat mengkonfirmasi transaksi. Ini memastikan privasi dan kerahasiaan informasi pelanggan sambil meningkatkan keamanan.Alasan kedua terkait keamanan. Kode rahasia atau kata sandi membatasi akses dana atau informasi Anda hanya kepada Anda atau orang yang telah Anda bagikan kata sandi Anda. Ketika kata sandi yang salah dimasukkan beberapa kali (kebanyakan 3), kartu secara otomatis diblokir, untuk menolak akses lebih lanjut jika mungkin telah dicuri. Agar tidak diblokir, pemilik perlu mengunjungi penyedia layanan dengan dokumen asli mereka untuk verifikasi.Untuk alasan mengapa autentikasi itu penting yang ketiga yaitu mengurangi pencuri identitas atau indikasi cyber crime. Autentikasi biometrik adalah salah satu bentuk verifikasi yang paling sulit untuk diretas karena melibatkan penggunaan fitur unik pada individu. Beberapa karakteristik fisiologis yang digunakan antara lain pengenalan wajah, pengenalan sidik jari, dan pemindaian retina. Peretas selalu memiliki masalah dalam mereproduksi informasi seperti itu karena setiap orang memiliki karakteristik fisiologis yang unik. Selain itu, ciri-ciri lain, seperti pengenalan suara dan pemindaian penekanan tombol, semakin populer di bidang ini.Biometrik sejauh ini menjadi bentuk autentikasi yang paling disukai di sebagian besar lembaga keuangan dan transaksi. Inilah sebabnya mengapa beberapa aplikasi mobile banking modern mengharuskan penggunanya untuk menggunakan suara sebagai kata sandi, sehingga sangat sulit bagi seseorang untuk menyamar sebagai kamu dan bertransaksi atas nama pengguna. Autentikasi ini salah satunya dapat dilakukan dengan menggunakan sistem keamanan OTP. Kata sandi OTP dapat meningkatkan keamanan autentikasi pengguna karena tingkatan keamanan yang cukup tinggi dibanding sistem keamanan lainnya. OTP memastikan bahwa orang yang meminta akses adalah orang yang berhak atas akses tersebut. Itulah pembahasan mengenai pentingnya autentikasi akun untuk pengguna. Ternyata banyak sekali hal-hal penting yang harus kita ketahui dari autentikasi terkait bagaimana sistem kerja dari autentikasi itu sendiri. Untuk lebih mengenal teknologi autentikasi ini, simak bagaimana Prosa Voice ID memanfaatkan fitur unik dari suara manusia ini untuk melakukan identifikasi. Voice ID menggunakan teknologi biometrik suara untuk pemrosesan yang cepat dengan akurasi tinggi. Prosa Voice ID dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan identifikasi di call-center dan aplikasi mobile. Selengkapnya kunjungi https://prosa.ai/solutions/voice-id
13 May 2022
Solusi Mudah Proses Verifikasi Pelanggan pada Aplikasi Mobile
Perkembangan teknologi memberi keuntungan bagi manusia untuk melakukan sesuatu dengan mudah dan cepat. Hal ini tidak lain juga diadopsi oleh para pelaku bisnis untuk menjalankan bisnis dengan tidak hanya memudahkan konsumen dan cepat, namun diproses dengan akurat. Salah satu cara bagaimana perusahaan mengembangkan layanannya agar menjadi lebih cepat, mudah, dan akurat adalah dalam proses digitalisasi verifikasi pelanggan melalui e-KYC (electronic Know Your Customer) yang sebelumnya adalah KYC (Know Your Customer).Apa itu KYC dan apa perbedaannya dengan e-KYC?Know your customer atau KYC adalah sebuah aturan yang diterapkan institusi jasa keuangan untuk mengetahui identitas nasabah mereka. Hukum ini berfungsi untuk memantau semua kegiatan transaksi nasabah termasuk pelaporan transaksi yang mencurigakan.Dengan adanya e-KYC atau electronic know your customer, proses tersebut dapat dilakukan dengan mudah tanpa melibatkan kontak fisik. Hal ini dikarenakan pengenalan pelanggan melibatkan sistem otentikasi biometrik secara elektronik. Selain itu, eKYC wajib diberlakukan di berbagai institusi keuangan di Indonesia menurut POJK Nomor 23 tahun 2019 karena sistemnya yang mampu melakukan proses observasi pelanggan secara lebih mendalam.Mengapa e-KYC Penting dilakukan?Pada konteks Lembaga Jasa Keuangan (LJK) e-KYC dilakukan dengan tujuan:Verifikasi identitas pelangganMemahami sifat aktivitas pelanggan (tujuan utamanya adalah untuk memastikan bahwa sumber dana pelanggan adalah sah)Menilai risiko pencucian uang yang terkait dengan pelanggan tersebut untuk tujuan memantau aktivitas pelangganDengan begitu, penyedia layanan mengetahui detail yang lebih mendalam serta akurasi tinggi mengenai kategori pelanggan yang akan menggunakan layanan.Manfaat adanya e-KYCMenghindari pencucian uangE-KYC dapat mengurangi risiko pencucian uang atau money laundering, karena nasabah tidak bisa memalsukan dan memanipulasi data. Dengan begitu, potensi terjadinya pemalsuan dapat berkurang secara drastis dan institusi keuangan dapat menghindari masalah itu.2. Biaya yang lebih murahE-KYC tidak hanya mengurangi biaya besar yang biasa dikeluarkan oleh perusahaan untuk proses verifikasi dan identifikasi calon pelanggan atau nasabah. Selain itu, perusahaan tidak lagi menghabiskan kertas untuk cetak formulir dan biaya transportasi untuk pengiriman dokumen karena semua bisa dilakukan via online. e-KYC memungkinkan nasabah untuk lebih efisien karena tidak perlu datang ke kantor langsung, menunggu antrian di lokasi, hingga menghabiskan waktu untuk mengisi formulir.3. Proses verifikasi berlangsung lebih cepatProses verifikasi calon klien dapat dilakukan secara otomatis, sehingga proses pengenalan calon customer akan lebih cepat dibanding KYC yang dilakukan secara manual. Melalui proses E-KYC, para pihak yang terlibat dalam pengambilan keputusan dapat melihat hasil secara langsung dengan lebih transparan. Segala data yang ada juga telah terekam otomatis dalam sistem, sehingga memudahkan pengecekan secara langsung di kemudian hari.4. Mengurangi risiko operasionalKetika data dari pengenalan klien dilakukan secara otomatis, artinya perusahaan telah merasakan efeknya berupa pengurangan risiko human error. Input data secara manual bisa meningkatkan resiko kesalahan yang berujung kepada kesalahan data.5. Dapat digunakan di banyak industriKYC adalah hal yang diwajibkan oleh lembaga keuangan dan perusahaan yang berkaitan dengan keuangan lainnya. Secara proses, e-KYC dapat diterapkan di industri lainnya. Mengingat proses yang cukup mudah, hal ini membantu proses verifikasi lebih cepat. Dengan begitu, setiap industri yang menerapkannya bisa mendapatkan manfaat yang besar.Proses e-KYCProses e-KYC sendiri bisa dilakukan melalui video call atau mengirim foto diri dan KTP saat melakukan proses verifikasi. Kemudian, sistem akan mendeteksi apakah data yang diberikan sesuai. Dengan begitu, pelanggan tidak perlu kerepotan melakukan verifikasi dengan mendatangi bank dan membawa berkas-berkas yang diperlukan seperti KTP fisik atau hasil fotokopi nya beserta beberapa dokumen penting lainnya.Inovasi Verifikasi dengan Mudah, Cepat, Akurat, dan AmanSelain cara yang sudah disebutkan sebelumnya yaitu video call atau mengirim foto diri dan KTP saat melakukan proses verifikasi, terdapat cara yang sama efektifnya atau bisa menjadi komplemen agar proses yang dijalankan menjadi lebih mudah dan aman, yakni melalui suara. Verifikasi melalui suara memanfaatkan pola suara unik seperti halnya sidik jari seseorang untuk melakukan identifikasi pelanggan. Hal itu dihadirkan oleh Prosa.ai melalui solusi bernama Voice ID. Voice ID menggunakan teknologi biometrik suara untuk pemrosesan yang cepat dengan akurasi tinggi dan dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan identifikasi di call-center dan aplikasi mobile.Fitur Utama yang Ditawarkan oleh Voice IDQuick VerificationSeperti yang telah disebutkan sebelumnya mengenai proses verifikasi, Voice ID menawarkan cara baru verifikasi melalui suara dengan cepat, yakni 3 - 5 detik untuk text-dependent dan 4 - 15 detik untuk pengenalan text-independent.Keamanan Data TerjaminPelanggan tidak perlu datanya diselewengkan atau dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab, hal itu karena berbagai data sidik suara disimpan dengan format enkripsi 256-bit. Enkripsi sendiri merupakan proses pengacakan informasi menjadi bentuk angka yang sangat sulit untuk dibaca. Semakin tinggi tingkat bit pada enkripsi maka tingkat keamanan juga akan semakin tinggi dan semakin susah untuk dibobol.2. Voice Liveness & Anti-spoofingVoice ID mampu mendeteksi suara rekaman atau suara sintesis/palsu. Dengan begitu, ia mampu meningkatkan keamanan saat mengautentikasi pengguna yang dikenal dan memungkinkan pemeriksaan identitas yang lebih baik dan sederhana selama pendaftaran pelanggan baru.3. Pemrosesan BersamaanTidak perlu bingung ketika banyak pendaftar yang masuk, sistem dapat menangani pemrosesan atau panggilan paralel dalam satu waktu. Hal itu dapat meningkatkan produktivita customer service.Pengalaman Terbaik untuk PelangganMetode verifikasi dalam e-KYC tentu sangat penting untuk dilakukan terutama oleh berbagai penyedia jasa keuangan seperti bank maupun institusi yang menawarkan jasa fintech. Hal ini dapat dilakukan prosesnya dengan mudah, cepat, akurat, dan aman baik bagi penyedia jasa maupun konsumen dengan memanfaatkan biometrik suara seperti yang ditawarkan oleh Voice ID. Untuk mempelajari lebih lanjut, Anda dapat berdiskusi dengan para ahlinya dengan mengunjungi tautan berikut ini https://prosa.ai/solutions/voice-id.
25 Mar 2022
Sertifikasi 2 Standar Internasional bagi Prosa.ai untuk penerapan ISO 9001:2015 dan ISO 27001:2013
Prosa.ai berhasil meraih sertifikasi 2 standar Internasional untuk ISO 9001:2015 dan ISO 27001:2013 sebagai bentuk komitmen terhadap Standar Manajemen Mutu dan Standar Keamanan Informasi.Sertifikasi ISO 9001/2015 merupakan suatu standar bertaraf internasional untuk Sertifikasi Sistem Manajemen Mutu, atau bisa disebut juga sebagai Sertifikasi Sistem Manajemen Kualitas.Sedangkan ISO 27001/2013 merupakan suatu standar internasional dalam menerapkan sistem manajemen keamanan informasi atau juga yang biasa dikenal dengan Information Security Management System (ISMS).Dengan mengimplementasikan dan mendapatkan sertifikasi ISO di atas, Prosa.ai sudah menerapkan Standar Manajemen Mutu dan Standar Keamanan Informasi berstandar internasional. Penilaian ini dilakukan melalui serangkaian proses audit keamanan informasi yang telah diaudit oleh auditor bersertifikasi.Prosa.ai menerima sertifikasi ISO tersebut dari Badan Sertifikasi ISO dengan Akreditasi Premium bereputasi Internasional yaitu BQSR Quality Assurance Pvt. Ltd.Sebagai penyedia dan pengembang layanan Teknologi pengolah suara dan teks bahasa Indonesia, Prosa.ai berupaya menjaga standar mutu dan keamanan informasi pelanggan.Prosa.ai selalu berusaha meningkatkan layanan dan kepercayaan masyarakat terhadap solusi yang ditawarkannya. Salah satu caranya yaitu melalui pemenuhan sertifikasi berstandar internasional.Pencapaian ini merupakan suatu jalan panjang yang memerlukan usaha dan waktu yang tidak sedikit. Hal itu dapat terwujud karena kerja keras dari seluruh karyawan dan pemangku kebijakan yang bekerja keras di perusahaan. Oleh karena itu, tak lupa kami ingin mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi atas kerja keras dari semua tim yang terlibat.Semoga kedepannya kami dapat terus meningkatkan pelayanan serta kepercayaan bagi seluruh stakeholders dan pelanggan.
10 Mar 2022
Peluncuran Website Dual Mode Prosa.ai Terbaru Memberikan Pengalaman Lebih Baik bagi Pengguna
Mengusung tema “The New Journalism” yang memperlihatkan sisi modern dan tegas di setiap konten yang ditampilkan, dengan bangga kami sampaikan bahwa Website baru kami kini telah resmi diluncurkan.Sebagai wujud komitmen terhadap pelayanan pelanggan, management Prosa.ai berharap agar solusi-solusi pemrosesan bahasa Indonesia yang telah kami perbarui ini bisa semakin memudahkan para pengunjung dan klien kami mendapatkan informasi yang cepat, dinamis dan efektif.Website kami kini memunculkan variasi tampilan berupa dual mode (dark & light) yang bisa diubah pada tombol kiri atas layar monitor. Pengunjung baru dapat memilih mode warna tampilan layar sesuai preferensinya. Dark mode ini mengacu pada hasil riset oleh Google yang memverifikasi bahwa mode gelap menghemat masa pakai baterai, sehingga fitur ini ditambahkan ke OS Android Google pada tahun 2018.Tampilan dark mode ini sejatinya dapat memacu perangkat untuk menggunakan lebih sedikit energi sehingga dapat hemat energi. Tak hanya itu, penggunaan dark mode dapat memicu semacam perasaan baik yang didapatkan ketika Anda menggunakan tas belanja atau botol air yang dapat digunakan kembali. Selanjutnya, dark mode user interface (UI) ini dapat meningkatkan fokus dengan mengarahkan konsentrasi Anda ke zona konten interface yang sedang Anda lihat.Terdapat berbagai manfaat praktis lainnya dari tampilan mode gelap ini. Orang yang sering beraktivitas di depan komputer atau menganalisa data di layar dalam kurun waktu yang lama, akan cenderung mengalami Computer Vision Syndrome (CVS). Hal ini jika dibiarkan bisa menyebabkan rasa sakit pada mata, penglihatan kabur, penglihatan ganda, sakit kepala, sakit leher atau sakit punggung dan banyak lagi risiko lainnya.Dengan adanya tampilan dark mode, berbagai jenis ketegangan terutama pada mata ini dapat dikurangi. Selain itu, jika Anda tertidur dan seseorang menyalakan cahaya terang, Anda akan sakit kepala. Prinsip yang sama berlaku dengan orang yang bekerja di depan layar komputer di saat larut malam atau dini hari. Dark mode mengurangi cahaya terang dan membuatnya lebih mudah untuk melihat konten dalam situasi cahaya rendah.Sementara pilihan untuk lebih meningkatkan hubungan secara emosional website kami menampilkan juga versi light mode yang bisa dipilih. Warna-warna cerah yang diharapkan dapat menciptakan emosi visual yang apik bisa tersaji di light mode ini.Informasi solusi kami untuk kategori industry solutions bisa terlihat dengan jelas di halaman depan melalui button yang langsung bisa mengarahkan terhadap informasi yang dituju. Kategori pun disesuaikan untuk industri tertentu diantaranya BFSI, healthcare, public sector, edutech, telco, dan contact center sehingga memudahkan user dari industri tersebut untuk mendapatkan rekomendasi solusi yang sesuai bidang industrinya.Kami pun menghadirkan fitur omni-channel contact center. Pengguna dapat langsung menghubungi agen customer service melalui live chat pada halaman website sesuai dengan topic yang dikehendaki.Demikian beberapa fitur baru dan solusi dari website kami yang diharapkan bisa semakin memuaskan pengguna dan klien kami pada umumnya.. Untuk info dan penjelasan lebih lanjut mengenai solusi AI yang kami berikan bisa menghubungi melalui live chat pada laman atau email ke business@prosa.ai.
23 Feb 2022
Mengetahui Lebih Lanjut SaaS Salyns dan Manfaatnya
Berkat perkembangan teknologi yang semakin maju dan pesat, beberapa perusahaan memanfaatkan celah yang ada. Sebagian orang mungkin masih awam mengenal apa itu SaaS. SaaS adalah kependekan dari Software as a Service. Sebagian orang juga mungkin belum terlalu paham dengan apa itu SaaS. Tanpa kamu sadari, SaaS ternyata sangatlah akrab dengan kehidupan kita sehari-hari, misalnya sebagai contoh Microsoft Office 365, Google Docs, dan lain sebagainya yang hanya membutuhkan beberapa sentuhan pada smartphone atau klik pada PC dan laptop.Software as a Service atau yang disingkat SaaS adalah perangkat lunak yang bisa digunakan dan diakses melalui internet dimana pengguna bisa langsung mencoba tanpa harus melakukan pembelian program atau sistem, serta perangkat keras karena aplikasi ini berada pada server dengan basis komputasi awan, kamu tidak perlu mengunduh perangkat lunak jika ingin menggunakannya atau melakukan pembaharuan sistem.Salyns merupakan aplikasi berbasis speech to text terbaru karya anak bangsa yang di kembangkan oleh Prosa AI. Mengusung tagline “Cara cepet buat nyatet”, aplikasi ini memiliki fungsi mengkonversi suara menjadi teks atau tulisan berbahasa Indonesia secara cepat yang dapat diakses dalam bentuk SaaS. Untuk mengakses dan menggunakan Salyns , yang kamu butuhkan hanyalah browser dan akses internet. Prosa.ai selaku penyedia layanan juga sudah menjamin ketersediaan dan reliabilitas aplikasi, sehingga sebagai pengguna, kamu bisa langsung menggunakannya tanpa harus mengeluarkan biaya investasi atau membeli lisensi yang relatif mahal. Aplikasi ini merupakan salah satu bentuk inovasi teknologi kecerdasan artifisial yang bertujuan untuk membantu dan memudahkan pengguna dalam melakukan transkripsi rekaman suara menjadi teks alih-alih melakukannya secara manual.Dahulu kebanyakan dari kita ataupun perusahaan masih bergantung 100% kepada tenaga manusia dalam menjalankan kegiatan operasional, kini ketergantungan tersebut terus berkurang dengan adanya inovasi teknologi dan sistem digitalisasi. Mulai dari notulen rapat, jurnalis, agen pemasaran, pelajar dan mahasiswa, peneliti, pengacara dan berbagai profesi lainnya tak luput dari fenomena transformasi digital ini. Profesi-profesi tersebut banyak mengandalkan catatan yang diambil melalui suara maupun percakapan secara langsung ataupun rekaman sehingga dibutuhkan cara baru yang lebih efektif dan efisien seperti yang ditawarkan oleh Salyns. Bisa dikatakan bahwa saat ini transformasi digital sudah bukan lagi menjadi suatu kebutuhan akan tetapi keharusan bagi berbagai pihak baik masyarakat umum maupun perusahaan. Hanya dengan melakukan digitalisasi, maka suatu bisnis mampu bertahan dan bersaing dengan kompetitor di tengah gempuran inovasi teknologi.Salyns memiliki model lisensi software yang dapat diakses melalui cara berlangganan atau subscription, pengguna pun bisa langsung mendapatkan kuota gratis sebanyak 240 menit sebagai komitmen dari Prosa.ai untuk memberikan pengalaman pengguna yang lebih baik sebelum memutuskan untuk berlangganan. Layanan Salyns ini bisa diakses melalui browser, dimana pengguna dapat langsung masuk ke dalam sistem dengan username dan password yang terdaftar. Dengan begitu, seluruh pengguna dapat mengakses aplikasi ini dari perangkat elektronik apapun, selama tersedia jaringan Internet.Perlu kamu ketahui apa saja manfaat Salyns bagi pengguna individu maupun perusahaan. Masih belum yakin dan penasaran dengan kegunaan Salyns? Nah berikut adalah manfaatnya, antara lain yaitu :Membuat catatan yang lebih mudah dari cara manual. Kamu bisa mengupload file ataupun merekam suara langsung dengan SalynsMeningkatkan produktivitas berkali lipat karena hasil transkrip didapat dalam hitungan beberapa menit sampai jam, tidak perlu berhari-hari.Tidak memerlukan banyak perangkat ataupun spesifikasi yang canggih, hanya perangkat standar yang terhubung ke internet.Demikian penjelasan tentang Salyns, semoga memberikan wawasan baru mengenai perkembangan teknologi aplikasi pengkonversi suara menjadi teks. Untuk mendapatkan manfaat dari Salyns kunjungi https://salyns.prosa.ai/
17 Feb 2022
Elex Media Menggandeng Prosa.ai untuk Menggarap Buku ‘Menyembah Tuhan Yang Salah'
SIARAN PERSBandung – Mengusung misi untuk meningkatkan minat baca di Indonesia, Prosa.ai dan Elex Media Komputindo bekerja sama untuk meluncurkan sebuah audiobook komersial. Audiobook ini diambil dari sebuah buku karya penulis best seller Elex Media, Ahmad Rifa’i Rif’an, yang berjudul Menyembah Tuhan yang Salah. Total durasi audiobook ini mencapai 205 menit dan 51 detik, yang terdiri dari isi buku dan juga profil penulisnya.Kehadiran audiobook ini juga sekaligus ingin mengampanyekan cara baru untuk mengonsumsi sebuah buku. Dengan bantuan teknologi Prosa Text-to-Speech, kini aktivitas membaca tidak perlu lagi berlama-lama membaca kalimat per kalimat untuk bisa memahami isi sebuah buku. Pembaca–atau lebih tepatnya pendengar–cukup mendengarkan audio hasil sintesis dari sebuah buku.Menurut hasil riset terkait tingkat literasi yang dilakukan oleh Program for International Student Assessment (PISA) tahun 2021, Indonesia menduduki peringkat ke 62 dari 70 negara subjek riset tersebut. Cara baru ini diharapkan dapat membantu meningkatkan literasi masyarakat Indonesia yang tergolong cukup rendah.Selain itu, audiobook juga dapat menjadi alternatif bagi para penyandang disabilitas, seperti tunanetra, untuk dapat menikmati buku bacaan. Jika dibandingkan dengan buku cetak dalam huruf braille, audiobook adalah pilihan yang jauh lebih murah dan praktis.“Kami sangat excited dengan kerja sama ini. Kolaborasi dengan Elex Media Komputindo dalam merilis sebuah audiobook komersial ini merupakan salah satu bentuk ikhtiar Prosa untuk mendukung masyarakat yang inklusif melalui teknologi,” terang Teguh Eko Budiarto, CEO Prosa.ai.“Menyembah Tuhan yang Salah ini adalah langkah awal bagi Elex Media Komputindo dalam menerbitkan audiobook. Ke depannya, kami akan menerbitkan lagi audiobook lainnya. Semoga respons masyarakat baik atas penerbitan audiobook ini.,” tukas V Sugeng Hardojo, Manajer Dept Non Fiksi Elex Media Komputindo.
28 Dec 2021
Mengapa NLP Penting?
Di Indonesia, NLP (Natural Language Processing) belum dapat dibilang sebagai sesuatu yang common karena sifatnya yang multidisiplin, dimana NLP menggabungkan antara berbagai macam disiplin ilmu termasuk ilmu komputer dan linguistik komputasi. Tetapi dari segi penerapan, bisa kita lihat beberapa contoh yang mungkin pernah Anda temui dalam kehidupan sehari-hari secara sadar maupun tidak sadar.Saat Anda berbelanja online, terkadang Anda sudah tidak lagi chattingan dengan manusia, tetapi Anda chatting dengan program yang dilatih untuk melakukan percakapan. Konsep utama AI adalah mencoba meniru behaviour manusia sehingga sederhananya kita bisa menyimpulkan bahwa chatbot yang baik, tidak akan membuat lawan bicaranya sadar bahwa dia tidak sedang berinteraksi dengan manusia. Inti dari NLP adalah bagaimana caranya agar komputer bisa mengerti bahasa manusia (natural language).Kita tampaknya sudah sering sekali berinteraksi dengan berbagai aplikasi yang memanfaatkan konsep Natural Language Processing (NLP) sebagai salah satu fitur utamanya ini. Bagi Anda yang menggunakan Android, pasti sudah tak asing dengan yang namanya Google Assistant, ataupun Siri pada Product Apple dan Cortana pada Windows.Bahkan mungkin Anda sudah pernah melihat salah satu video pada tahun 2018 dimana Sudar Pichai (CEO Google) menunjukkan kepada kita saat menjadi pembicara di Google I/O ’18, bagaimana Google Assistant bisa menelpon secara otomatis ke tempat bisnis lokal seperti salon dan dokter untuk melakukan reservasi. Selain itu banyak produk lain yang menjadikan NLP sebagai pondasinya seperti aplikasi Chatbot, Social Media Analysis, hingga Mesin Penerjemah dan Mesin Pencari (Search Engine).Di Indonesia, penggunaan chatbot sudah marak di kalangan perusahaan besar baik dari bidang e-commerce, perbankan, bahkan BUMN sekalipun. Mari kita ambil salah satu contoh penerapan chatbot, yaitu pada bidang e-commerce. Databoks memperkirakan pada tahun 2023 jumlah pengguna e-commerce di Indonesia akan mencapai angka 212,2 juta pengguna. Tentu ini akan membutuhkan terobosan yang bisa mempercepat proses bisnis, dan salah satu solusinya adalah chatbot karena bisa melayani pelanggan kapanpun, dan membuat pekerjaan menjadi lebih efektif.Prosa.ai pun berkontribusi dengan menyediakan layanan customer engagement yang terdiri dari Multi-channel CX Analysis, Speech Analytics, dan Chatbot.Produk Chatbot yang dikembangkan Prosa.ai menggunakan teknik terkini di bidang NLP sehingga akan membuat percakapan Anda menjadi interaktif dan tentunya natural. Beberapa fitur utama yang dimiliki Chatbot Prosa.ai adalah kemampuan untuk memahami dan menghasilkan response menggunakan Bahasa Indonesia, penyimpanan data yang aman, kemampuan menangani pertanyaan yang kompleks dan melakukan proses learning secara otomatis berdasarkan response dari chatbot agent dan data input.Bagi Anda yang terjun ke dunia bisnis, Anda tentu sudah paham bahwa customer experience merupakan pembeda antara satu bisnis dengan kompetitornya. Ketika pelanggan mendapatkan customer experience yang baik maka dapat dipastikan pelanggan tersebut akan memiliki hubungan jangka panjang yang baik dengan bisnis Anda, dan juga hal tersebut akan menjadi promosi gratis bagi bisnis Anda.Multichannel CX Analysis memungkinkan anda menganalisis customer experience dengan efektif sehingga Anda bisa mendapatkan wawasan yang bermanfaat untuk bisnis Anda. Anda dapat mengetahui topik-topik yang sedang menjadi buah bibir, mencari keyword yang cocok untuk promosi, dan bahkan melakukan analisis sentimen untuk mengetahui tingkat kepuasan pelanggan Anda. Bayangkan saja akan seberapa efektif konten bisnis Anda jika Anda menggunakan kata kunci yang sedang viral di Indonesia.Speech Analytics memungkinkan Anda untuk mendapatkan informasi yang berguna untuk meningkatkan kualitas customer service melalui percakapan telepon antara pelanggan dengan customer service. Data statistik seperti jumlah panggilan, durasi rata-rata, dan tren panggilan akan tersaji untuk Anda. Selain itu dengan kemampuan NLP-Engine yang dibuat Prosa.ai, Speech Analytics juga memungkinkan identifikasi kebutuhan pelanggan, melakukan analisis sentimen, bahkan melakukan klasifikasi topik dan kategori panggilan seperti pertanyaan, saran atau komplain.Selain di bidang e-commerce, salah satu penerapan NLP yang tak kalah penting di Indonesia adalah pada social media. Mengutip laporan harian Kompas.com yang menyatakan bahwa jumlah pengguna aktif media sosial di Indonesia telah mencapai 61,8 persen pada tahun 2021, dimana bisa kita lihat bahwa orang Indonesia bisa menghabiskan 3 jam 14 menit dalam satu hari untuk mengakses media sosial. Hal ini membuat informasi beredar dengan cepat di media sosial Indonesia, bahkan terkadang informasi beredar tanpa proses verifikasi, cek dan re-check terlebih dahulu. Sehingga kemudian muncul kekhawatiran akan informasi invalid yang beredar di masyarakat atau yang kita kenal dengan istilah hoax. Bahkan Kominfo sendiri mencatat ada 800.000 situs penyebar hoax dan hate speech di Indonesia, yang diperkirakan jumlahnya masih akan terus meningkat.Di dunia internasional, ada beberapa terobosan yang ditawarkan untuk menyelesaikan permasalahan ini. Salah satunya adalah Fake Bananas pada HackMIT 2017 yang membuat infrastruktur berbasis machine learning yang mendeteksi tingkat validitas suatu berita dengan cara membandingkan artikel berita yang akan di cek kebenarannya dengan artikel berita dari sumber terpercaya dan juga sumber berita yang tidak memiliki reputasi. Selain itu, ada juga pendeteksi hoax buatan tiga mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) yang berhasil menjadi juara pertama pada Imagine Cup 2017.Sebagai bentuk kontribusi Prosa.ai dalam menyelesaikan permasalah tersebut, Prosa.ai hadir dengan solusi berupa Hoax Intel yang merupakan hasil kerjasama dengan KEMKOMINFO & MAFINDO. Hoax Intel merupakan sistem pendeteksi hoax berbasis kecerdasan buatan. Teknologi Deep Learning yang digunakan oleh pada platform ini mampu menganalisis dan mengklasifikasi berita untuk mengidentifikasi tingkat validitas berita tersebut. Hoax Intel menyediakan empat fitur utama, yaitu Pelaporan Hoax, Penyajian Artikel terkait, Diskusi Validitas, dan Basis Data Hoaks. Untuk menggunakan produk ini, Anda bisa mencoba nya melalui line atau pun telegram dengan meng-klik artikel berikut.Bagaimana, tertarik untuk mengembangkan bisnis dengan NLP?Eits, tunggu dulu. Ternyata memulai dengan NLP, tidak harus dari Nol. Prosa.ai juga mempunyai produk untuk melakukan berbagai macam proses berbasis NLP terhadap data Anda, yang dikenal dengan NLP Toolkit.Dengan adanya NLP Toolkit, Anda tidak perlu lagi bekerja dari awal untuk menyelesaikan task yang butuh proses NLP didalamnya. Anda pun bisa melakukan emotion detector, klasifikasi teks dan bahkan ekstraksi informasi menggunakan tools yang sudah dikembangkan oleh Prosa.ai. Mulai dari melakukan monitoring media sosial dan portal berita, manajemen dokumen, menganalisis konten, hingga menganalisis feedback customer. Jadi, sudah tau kan apa yang bisa Anda capai dengan NLP?Pelajari lebih lanjut bagaimana NLP Prosa dapat membantu operasional bisnis Anda di sini
22 Jun 2022
Perusahaan platform Software-as-a-Service (SaaS) berbasis teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) Prosa.ai mempresentasikan berbagai produk speech processing mereka yang didukung AI dan Natural Language Processing (NLP) untuk dukung kebutuhan masyarakat di Indonesia.Prosa.ai sendiri merupakan perusahaan teknologi pemrosesan bahasa teks dan suara untuk bahasa Indonesia, dan memiliki misi untuk mendukung bisnis dan masyarakat untuk produktivitas yang lebih efektif.“Guna memenuhi berbagai kebutuhan akan teknologi maupun software yang digunakan untuk memproses suara maupun mensintesis suara, Prosa menghadirkan berbagai produk mulai dari platform SaaS yang dapat digunakan publik secara langsung, optimalisasi bisnis, dan customer engagement,” kata Co-Founder & Chief Scientist of Speech Prosa.ai, Dessi Puji Lestari dalam paparannya di webinar AI Product Showcase Week KORIKA, Rabu (15/6/2022).Dessi kemudian menjelaskan, melalui produk-produk untuk kebutuhan tersebut Prosa.ai memiliki misi untuk mendemokratisasi teknologi AI-NLP, khususnya untuk bahasa Indonesia agar dapat tersedia bagi seluruh kalangan secara mudah, cepat, dan terjangkau.Salah satu produk yang dimiliki Prosa.ai adalah Speech API, yang bisa digunakan secara luas oleh pada developer aplikasi dengan kebutuhan untuk teknologi speech to teks atau dari suara ke teks dan sebaliknya. Teknologi ini membantu pengembang untuk tidak perlu lagi membangun model AI sendiri.“Bapak Ibu bisa langsung menggunakan, dan nanti kalau misalkan ada kekurangan baik dari sisi akurasi ataupun kesesuaian dengan domain, kita bisa adaptasi bersama sesuai dengan domain yang diperlukan oleh Bapak dan Ibu. Jadi para pengembang bisa memanggil API Speech Prosa dengan mudah, dan dapat diintegrasikan secara cepat,” jelas Dessi.Hal tersebut dapat diakses dan digunakan oleh para pengembang dengan harga yang terjangkau, bahkan dapat dilakukan free trial terlebih dahulu. Percobaan gratis atau free trial ini pun memiliki kuota lebih banyak untuk bidang edukasi.Sementara Product Manager Prosa.ai Fahri Surya kemudian menuturkan, bahwa para pengembang yang ingin menggunakan kapabilitas AI-NLP sudah dapat mengakses kapabilitas ini secara umum, menggunakan layanan SaaS dalam bentuk API.Para pengembang kemudian dapat mengunjungi situs resmi Speech API Prosa.ai di sini, untuk kemudian dapat melihat berbagai fitur dari produk tersebut serta berbagai ide use case dari layanan SaaS ini.“Jadi pengembang bisa langsung dialihkan ke halaman Prosa console kami, yang sudah menyediakan pilihan-pilihan yang diperlukan, baik itu text to speech atau sebaliknya, serta pemrosesan NLP lainnya dalam bentuk text processing, seperti itu,” jelas Fahri.Prosa.ai kemudian berharap pengembangan berbagai produk speech processing yang ada secara lokal, kemudian dapat membuat penerapan maupun pengembangan AI di Indonesia dapat meningkat secara cepat.Hal ini terutama dengan penerapan teknologi AI-NLP yang menawarkan berbagai manfaat, diantaranya adalah ekstraksi data dan informasi teks maupun suara yang sifatnya tidak terstruktur, bisa dilakukan secara instan walaupun jumlahnya sangat banyak.“Hal ini tentu akan menghemat waktu dan ongkos, meningkatkan produktivitas pegawai, meningkatkan kepuasan pelanggan, lalu bisa juga menurunkan human error, dan bisa juga membantu mempercepat proses pengambilan keputusan dengan berdasarkan data,” jelas Dessi.Artikel ini diambil dari Cloud Computing Indonesia (telah memperoleh ijin untuk menyebarluaskannya) sehingga dapat diakses kembali melalui link ini
17 Feb 2022
Elex Media Menggandeng Prosa.ai untuk Menggarap Buku ‘Menyembah Tuhan Yang Salah'
SIARAN PERSBandung – Mengusung misi untuk meningkatkan minat baca di Indonesia, Prosa.ai dan Elex Media Komputindo bekerja sama untuk meluncurkan sebuah audiobook komersial. Audiobook ini diambil dari sebuah buku karya penulis best seller Elex Media, Ahmad Rifa’i Rif’an, yang berjudul Menyembah Tuhan yang Salah. Total durasi audiobook ini mencapai 205 menit dan 51 detik, yang terdiri dari isi buku dan juga profil penulisnya.Kehadiran audiobook ini juga sekaligus ingin mengampanyekan cara baru untuk mengonsumsi sebuah buku. Dengan bantuan teknologi Prosa Text-to-Speech, kini aktivitas membaca tidak perlu lagi berlama-lama membaca kalimat per kalimat untuk bisa memahami isi sebuah buku. Pembaca–atau lebih tepatnya pendengar–cukup mendengarkan audio hasil sintesis dari sebuah buku.Menurut hasil riset terkait tingkat literasi yang dilakukan oleh Program for International Student Assessment (PISA) tahun 2021, Indonesia menduduki peringkat ke 62 dari 70 negara subjek riset tersebut. Cara baru ini diharapkan dapat membantu meningkatkan literasi masyarakat Indonesia yang tergolong cukup rendah.Selain itu, audiobook juga dapat menjadi alternatif bagi para penyandang disabilitas, seperti tunanetra, untuk dapat menikmati buku bacaan. Jika dibandingkan dengan buku cetak dalam huruf braille, audiobook adalah pilihan yang jauh lebih murah dan praktis.“Kami sangat excited dengan kerja sama ini. Kolaborasi dengan Elex Media Komputindo dalam merilis sebuah audiobook komersial ini merupakan salah satu bentuk ikhtiar Prosa untuk mendukung masyarakat yang inklusif melalui teknologi,” terang Teguh Eko Budiarto, CEO Prosa.ai.“Menyembah Tuhan yang Salah ini adalah langkah awal bagi Elex Media Komputindo dalam menerbitkan audiobook. Ke depannya, kami akan menerbitkan lagi audiobook lainnya. Semoga respons masyarakat baik atas penerbitan audiobook ini.,” tukas V Sugeng Hardojo, Manajer Dept Non Fiksi Elex Media Komputindo.
20 Sep 2021
Indonesia Berpotensi Besar Hasilkan Talenta AI Berkualitas
Masuknya era Revolusi Industri 4.0 dengan karakteristik teknologi menggunakan kecerdasan artifisial (KA) atau artificial intelligence (AI) telah mengubah banyak aspek kehidupan. Saat ini, semakin banyak industri yang menggunakan AI sebagai pengungkit proses bisnisnya. Begitu juga dengan industri yang membuat dan menyediakan produk berbasis AI. Pertumbuhan ini berpengaruh pada kebutuhan talenta kecerdasan artifisial yang unggul.Dokumen Strategi Nasional (Stranas) KA menyebutkan bahwa orientasi pengembangan talenta KA akan diarahkan untuk pekerja (untuk pengembangan produk), peneliti (penciptaan produk baru) dan wirausahawan (penciptaan industri baru). Untuk mencapai kompetensi tertentu (standar kompetensi), pengembangan talenta KA membutuhkan ekosistem yang dapat mendukung proses pembelajaran dan proses inovasi. Pembentukan ekosistem tersebut membutuhkan kerjasama berbagai pihak, kolaborasi quad helix yang melibatkan akademisi, bisnis, pemerintah dan komunitas (ABCG).Sekretaris 1 Kelompok Kerja (Pokja) Pengembangan Talenta KA dalam penyusunan Stranas KA, Dr. Ayu Purwarianti, ST, MT menjelaskan bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk bisa menghasilkan talenta kecerdasan artifisial yang berkualitas. Hal itu bisa dilihat dari banyaknya penelitian di bidang AI yang didukung oleh para mahasiswa. Selain itu, saat ini sudah mulai banyak industri yang bergerak di bidang AI maupun industri yang memanfaatkan teknologi AI untuk bisnisnya.“Yang perlu digarisbawahi sebenarnya negara-negara di luar sudah berlomba di bidang AI. Kami dari komunitas yang bergerak di bidang AI baik peneliti maupun industri merasa kita sudah sangat ketinggalan. Jangan sampai nanti kita hanya menjadi pengguna teknologi AI dan mengimpor teknologi AI dari luar negeri,” kata Ayu saat wawancara secara daring dengan Majalah AI Indonesia pada Kamis (22/7/2021).Pengembangan talenta ini juga menjadi perhatian dari Pusat Inovasi Kecerdasan Artifisial (KA) yang dibentuk sebagai kelanjutan dari Stranas KA. Dalam PIKA terdapat Pokja Talenta yang salah satu tugasnya melaksanakan sejumlah program pengembangan talenta KA seperti pelatihan, pemagangan, workshop, summer school, beasiswa, maupun perlombaan talenta.Menurut Ayu, yang menjadi Ketua Pokja Talenta PIKA, talenta KA bisa berasal dari lulusan pendidikan formal (lembaga pendidikan dimulai dari pendidikan dasar sampai pendidikan tinggi) maupun pendidikan non formal (lembaga pelatihan). Untuk itu dalam pengembangan talenta KA, dirancang program jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang.Program jangka pendek adalah menetapkan (Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia) di bidang AI. Sertifikasi akan dilakukan oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) melalui Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) yang telah diberi lisensi oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN).“Beberapa orang di dalam PIKA ikut serta pengembangan SKKNI AI, sebuah standar yang diciptakan supaya semua orang yang bilang dia menguasai AI harus melewati ujian SKKNI. Jangan sampai ada yang bilang bisa AI tapi tidak lulus ujian SKKNI. Kalaupun dia mau belajar sendiri tidak apa-apa asal lulus ujiannya,” terang Ayu.Untuk program Jangka menengah adalah mendorong pelatihan-pelatihan di bidang AI. Misalnya ada satu konsorsium dari beberapa universitas yang diminta Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) untuk membantu membuat pelatihan untuk dosen-dosen.“Terakhir ada sekitar dua ribu dosen mengikuti pelatihan yang digelar oleh konsorsium universitas. Dari pelatihan tersebut, dosen-dosen akan mengajarkan pada mahasiswa-mahasiswanya,” tutur Ayu yang pernah menjabat sebagai Kaprodi S3 Teknik Elektro dan Informatika ITB pada 2016-2020.Selain pelatihan untuk dosen, ada program study independent bersertifikat di Kampus Merdeka. Ayu melihat mitra yang tergabung dalam program tersebut banyak yang mengajarkan bidang AI untuk mahasiswa.Ayu juga mengungkapkan, saat ini sudah banyak universitas yang menyediakan materi-materi di Youtube terkait pengajaran AI. Ayu menekankan agar tidak hanya mempelajari teori AI namun harus berani untuk mencoba/bereksperimen.“Intinya mendorong demokratisasi AI, artinya bukan jadi barang mahal lagi untuk mendapatkan pendidikan di bidang AI, bagaimana caranya agar menjadi murah dan semua orang bisa mudah mengakses. Jadi bukan hanya orang dari computer science yang bisa mendalami AI. Tapi orang dari berbagai keahlian juga bisa menggunakan AI Untuk membantu mempermudah pekerjaannya,” kata Ayu.Sementara untuk program jangka panjang, bagaimana memasukkan kurikulum AI mulai dari sekolah dasar hingga menengah. Salah satu yang telah dilaksanakan adalah pelatihan ke para guru teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk mendalami computational thinking, suatu cara berpikir secara komputasi yang terstruktur sebagai dasar dari teknologi AI.Bahkan ada lembaga pelatihan di Indonesia yang fokus ke sekolah siswa SD agar mereka aware terhadap AI. Begitu juga untuk siswa SMP atau SMA sebagai bekal bagi berminat mendalami AI di universitas.“Saat ini, sebagian besar, sekitar 90% siswa itu yang ingin mempelajari computer science mulainya dari S1 bukan di pendidikan dasar atau menengah. Kalau itu bisa masuk di kurikulum pendidikan yang 12 tahun, maka itu akan sangat memudahkan ketika siswa waktu universitas,” lanjutnya.Pada kesempatan tersebut, Ayu menyoroti kelemahan di bagian pengajaran TIK yang lebih menekankan pada cara menggunakan sebuah software. Padahal ada yang lebih esensial yang kaitannya dengan high order thingking (kemampuan berpikir tingkat tinggi). Computational thinking merupakan bagian dari high order thinking skill.Terkait tantangan pengembangan Talenta AI, selain infrastruktur, menurut Ayu, ketersediaan data sangat penting. “Bisa saja kita memakai data main-main, karena sudah banyak resources gratis yang menyediakan data. Kalau didukung oleh pemerintah baik data maupun infrastruktur akan lebih bagus lagi kedepannya,” terangnyaPemrosesan BahasaPengembangan talenta dan penelitian tentang AI juga menjadi perhatian Institut Teknologi Bandung (ITB) sejak tahun 1982. Pada 16 Agustus 2019 diresmikan pembentukan Pusat AI ITB. Visinya agar menjadi pusat penelitian di bidang AI yang terkemuka di level nasional dan internasional serta mampu menghasilkan produk penelitian dan inovasi yang bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat.“Targetnya untuk bisa menggabungkan potensi-potensi di banyak fakultas agar AI bisa menyasar masalah yang lebih jelas. Misalnya, AI untuk perencaaan kota, AI untuk prediksi kurs atau risiko keuangan,” terang Ayu yang menjabat sebagai Kepala Pusat AI ITB.Selain melakukan riset terkait AI, Pusat AI ITB juga memberikan pelatihan-pelatihan AI untuk luar ITB maupun di dalam ITB. Pusat AI ITB juga mengadakan workshop untuk dosen-dosen, mahasiswa-mahasiswa yang bukan di bidang IT tapi ingin menggunakan AI untuk data terstruktur. Selain itu untuk memasyarakatkan teknologi AI ke semua civitas akademi ITB dan di luar ITB.Selain berkiprah di Pusat AI ITB, Ayu juga aktif mengembangkan teknologi AI melalui startup Prosa.ai. Prosa merupakan akronim dari “Pemrosesan Bahasa” yang berfokus pada AI dan pemrosesan bahasa alami (NLP) untuk Bahasa Indonesia. Prosa.ai didirikan pada 2018 oleh para ahli di bidang AI dan natural language processing (NLP) serta pakar bahasa yang berdedikasi untuk menyelesaikan berbagai permasalahan di sektor industri yang memerlukan teknologi pemrosesan bahasa.Produknya prosa.ai terutama terkait NLP baik suara maupun teks yang sudah banyak dipakai oleh pemerintahan maupun swasta. Pihaknya pernah membandingkan produk meeting transcription untuk Bahasa Indonesia dengan produk buatan Google.“Kita buat sekitar 11 data uji dibandingkan dengan produk dari Google. Alhamdulillah dari perbandingan dari 11 dataset hanya 1 yang akurasinya dibawa Google, 10 lainnya di atas Google,” kata co-founder Prosa.ai ini.Ayu berharap semua komponen baik pemerintah, industri, universitas, maupun lembaga lainnya mendorong kemajuan pengembangan teknologi AI di Indonesia. “Kita jangan ragu dengan produk dalam negeri, karena kalau kita sandingkan bisa lebih bagus dari produk luar negeri,” lanjutnya.Ia meyakini jika industri AI di Indonesia bisa berjalan maka pengembangan talenta AI juga akan maju. Saat ini sudah terbukti dengan bertambah banyaknya mahasiswa yang menguasai teknologi AI.Artikel ini diambil dari Andalan Inovasi Indonesia (AIMagz) dan dapat diakses melalui https://aimagz.com/108/indonesia-berpotensi-besar-hasilkan-talenta-ai-berkualitas.html
30 Jun 2021
Pemrosesan Data Bahasa untuk Membangun Sistem AI Berbasis NLP
Jum’at (25/6) lalu, Teguh Eko Budiarto, Co-founder & CEO Prosa.ai berkesempatan untuk menjadi pembicara pada webinar yang diadakan oleh AWS dengan topik “Pemrosesan Data Bahasa untuk Membangun Sistem AI Berbasis NLP”.Secara garis besar, dalam presentasi nya yang bertajuk “NLP & Speech Processing for Bahasa Indonesia to Build AI-based Solutions,” Eko membahas tentang perkembangan riset NLP Bahasa Indonesia dan pengembangan teknologi AI/NLP dan Speech Processing untuk membangun solusi yang dibutuhkan perusahaan.Eko menjelaskan bahwa sekarang adalah era ledakan data, dimana setiap saat nya pertumbuhan data yang beredar di internet sangatlah pesat. Dari sekian banyak data yang tumbuh secara eksponensial tersebut, sekitar 80% merupakan data yang tidak terstruktur. Untuk memanfaatkan data dalam jumlah besar tersebut, dapat digunakan konsep augmented analytics yang merupakan kombinasi dari Analytics manusia dengan memanfaatkan Advanced AI. AI yang dapat diterapkan untuk Augmented Analytics mencakup NLP, Speech Processing dan Image Processing yang intinya adalah mengajarkan komputer untuk mampu memahami pembicaraan atau bahasa manusia dalam bentuk text dan suara, dan mengajarkan komputer untuk mendengar suara dan melihat benda dan kondisi visual seperti halnya manusiaEko memberikan gambaran tentang tantangan dalam membangun sistem AI berbasis NLP. Setidaknya terdapat 3 hambatan, yaitu; (1) Bahasa itu ambigu. Makna yang dapat terbentuk dalam suatu kalimat dapat berarti berbeda, contoh, saya berlari 2 kaki dapat diartikan berlari sejauh 2 kaki atau berlari menggunakan 2 kaki. (2) Bahasa yang terus berevolusi. Bahasa akan selalu berkembang mengikuti perkembangan zaman. Bisa karena adanya kata baru seperti gawai, swafoto, dan lain sebagainya. Lalu ada nya slang seperti baper, santuy, dan lain sebagainya. Dan yang terakhir (3) kombinasi antara 2 bahasa atau lebih seperti mukanya literally seperti artis.Selain itu, ia juga menjelaskan proses pengembangan AI untuk NLP. Tentunya, pengembangan suatu produk, menurutnya, mesti dimulai dengan penentuan objektif bisnis dan target teknis atau tipe fungsi yang mau dikembangkan, seperti yang dapat dilihat pada tangkapan gambar dibawah.Setelah itu dilanjutkan dengan pengumpulan data dan penyiapan data. Lalu dilakukan anotasi atau pelabelan. Setelah data yang dilabeli siap, akan dilakukan pengembangan model AI nya dengan iterasi terhadap teknik dan algoritma sambil dilakukan evaluasi hingga mencapai target akurasi atau tujuan teknis yang diinginkan. Kalau ternyata target belum tercapai setelah menerapkan berbagai teknik, hasil evaluasi bisa masuk pada siklus penyiapan data kembali untuk menambah data latih. Apabila hasil evaluasi sudah cukup memuaskan, barulah dapat dilanjutkan ke tahap deployment atau instalasi ke lingkungan produksi.
09 Mar 2021
Kolaborasi Industri dan Akademik untuk Mendukung Perkembangan Teknologi Artificial Intelligence (AI)
Kamis (4/3) lalu, Teguh Eko Budiarto, CEO & Co-founder Prosa.ai berkesempatan untuk menjadi pembicara pada kolokium yang diadakan oleh Telkom University, Bandung, dengan topik “Apa yang dibutuhkan industri Artificial Intelligence (AI): Tantangan bagi dosen dan mahasiswa.”Seperti yang diketahui bersama, teknologi AI tengah berkembang begitu pesat. Namun, ketersediaan sumber daya manusia (SDM) di Indonesia yang berkecimpung di bidang AI terbilang cukup langka. Hal ini tentunya dapat menghambat transformasi digital yang diperlukan untuk memajukan bangsa. Mau tidak mau, baik dari sisi industri maupun dari sisi akademik harus beradaptasi dengan cepat. Atas dasar itulah, acara ini diadakan dengan tujuan untuk memberikan gambaran seperti apakah keterampilan yang dibutuhkan oleh industri di bidang AI kedepannya serta peluang penelitian seperti apa saja yang dapat dijadikan kolaborasi antara akademisi dengan pihak industri untuk mendukung perkembangan teknologi AI.Dalam presentasi nya yang bertajuk High Education for Skills and Competencies of Indonesia AI Talents Needed by Industry, Eko memberikan gambaran setidaknya terdapat 5 tren AI pada tahun 2021, yaitu (1) Voice and language-driven AI; (2) AI and cloud adoption; (3) AI and marketing technology; (4) AI and healthcare; (5) AI and cybersecurity.Ia menerangkan bahwa aset penting dalam industri AI selain data adalah talent itu sendiri. Lebih lanjut, Eko memaparkan bagaimana kolaborasi dan kerjasama antara universitas dan industri dapat berlangsung. Menurutnya, pembentukan kurikulum sangatlah penting. Dengan melibatkan industri dalam perumusannya, SDM yang dihasilkan akan lebih cocok dalam memenuhi kebutuhan industri. Perumusan kurikulum ini termasuk didalamnya adalah kolaborasi riset ilmiah antara industri dan universitas. Selain dari segi kurikulum, adanya program magang dari industri juga sangat membantu mahasiswa yang masih menempuh studinya. Hal ini membuat talent akan lebih siap sebelum terjun ke industri AI secara langsung. Oleh karena itu, menurutnya, kebutuhan akan SDM yang memadai bukanlah semata tantangan bagi mahasiswa dan dosen saja, melainkan juga tantangan bagi industri AI itu sendiri.
18 Mar 2020
AI Karya Anak Bangsa untuk Keamanan Data di Era Digital
Rabu (04/03) Dr. Ayu Purwarianti menjadi salah satu keynote speaker membicarakan “AI by Anak Bangsa” di DataSecurAI, sebuah konferensi tentang keamanan data di era digital yang diadakan oleh ABDI (Asosiasi Big Data dan AI), bertempat di JCC Senayan, Jakarta.Sebagai ketua AI Center ITB dan co-founder Prosa.ai, Dr. Ayu Purwarianti menjabarkan bagaimana solusi AI hasil karya anak bangsa dapat mengambil peran dalam keamanan data dalam negeri di era digital.Di bidang autentikasi pengguna, biometrik suara dan biometrik wajah telah dikembangkan untuk memverifikasi pengguna dan mengamankan data pengguna. Di bidang transportasi, teknologi visi komputer memungkinkan deteksi jenis kendaraan, penghitungan kendaraan secara otomatis, deteksi parkir liar, dan deteksi perilaku (behavior) pengemudi.Di bidang bisnis, analitika percakapan, platform interaksi pelanggan, chatbot, dan transkripsi rapat dapat membantu optimasi proses bisnis perusahaan. Di bidang analisis video, analisis wajah, peningkatan kualitas gambar, dan estimasi pose tubuh dapat membantu berbagai sektor terkait keamanan dan terorisme.AI juga dapat membantu berbagai proses media. Di bidang jurnalisme, sebuah berita yang mengandung plagiarisme dapat dideteksi dengan plagiarism detector, sedangkan berita hoaks dapat dideteksi dengan hoax detector. Selain itu, teknologi speech-to-text dapat membuat transkrip percakapan otomatis sedangkan teknologi text-to-speech dapat membacakan transkrip secara otomatis. Untuk keamanan penggunaan internet bagi anak-anak, filter internet sehat dapat mendeteksi dan melakukan penyensoran teks, gambar, suara, dan video dengan unsur pornografi.
14 Feb 2020
Sidik Soleman Spoke Benefits of NLP for Augmented Analytics at the BCA Data Community
Jakarta (05/02), Sidik Soleman (Prosa.ai Lead Engineer of Text) spoke about “Natural Language Processing (NLP) for Augmented Analytics” at the BCA Data Community, an internal event held by BCA aiming to upskill employees’ competency of data analytics. The event was attended by 150 BCA employees and took place at the Breakout Area, Menara BCA, Jakarta.Nowadays, most banking institutions have implemented data analytics to address customers’ needs and company strategies, but even so, most of the processes are still manually done by data scientists. To provide the best service for customers, a more advanced and automated process is needed for better strategic planning and decisions.As an engineer and also a researcher in the field of NLP for Bahasa Indonesia, Sidik Soleman shared the benefits of augmented analytics using advanced AI, especially NLP, to level up and automate the process of data analytics. Some tasks in NLP are topic detection, text classification, sentiment analysis, automatic summarization, and text normalization. The applications of the mentioned tasks can be found in search engines, spelling checkers, machine translation, spam detection, and social media monitoring.Several benefits of the application of augmented analytics are that it can process a large amount and various types of data such as images, texts, number, videos automatically and fast. Hence, it can provide comprehensive analysis and avoid bias. While prior data analytics processes can report and predict customers’ behavior, augmented analytics using NLP can give insights about what customers are actually saying. With this information, companies can address the best strategy to ensure growth, productivity, better decision-making, more business opportunities, and risk assessment accuracy.As a company focusing on developing AI for Bahasa Indonesia, Prosa.ai has developed some NLP products such as chatbots and a social media monitoring platform, known as Multichannel CX Analytics. NLP is one of Prosa.ai’s research and business focus along with Speech Processing for Bahasa Indonesia and Computer Vision.
06 Jan 2020
The Struggle of AI Technology in Indonesia
Jakarta (7/11/2019), Dessi Puji Lestari (Prosa.ai Chief Scientist of Speech) spoke at the ABDI DataGovAI Summit about the struggle of democratizing AI, specifically language processing, in Indonesia. The summit was held at JCC Senayan, Central Jakarta.Dessi shared her experience of when she studied in Japan and how she witnessed the AI technology gap between Japan and Indonesia. Indonesia has adopted more AI technology than other ASEAN countries, according to the IDC report in 2018. But even so, Indonesia is still around 10 years behind compared to Japan. She highlighted that Indonesia actually has a big chance in AI, because not all technology can be adopted all at once in every country. The most obvious example is in the field of language processing.Language processing is very dependant on the language. Text in Bahasa Indonesia can not be analyzed using an English analyzer. Words that are spoken in Bahasa Indonesia can not be automatically transcribed using an English Speech Recognizer. This language dependency issue can be solved comprehensively using local strength, both local engineers and local linguists that understand most about the culture and the language. Besides, Indonesia has more than 700 local languages, most of them are unofficial languages. The more diverse the language makes it more dependent and more contextualized. This means more effort needed by the local developer and local linguists because annotating these data requires a lot of language experts, time, and consistency.These opportunities also come with challenges because the way people see AI is like a black box. People feel unsure when they don’t understand how the decision by the AI model was made. And because the adaptation of AI in Indonesia is still at an early stage, organizations are afraid to invest money in an AI-based project because it costs high thus does not have enough use cases in the market. Investors usually wait until other companies or competitors have succeeded with the technology before deciding on whether to invest in an AI project.However, it is undeniable that AI will take place in our day-to-day life and Prosa.ai is trying to be part of this transformation by developing natural language processing and speech processing for Bahasa Indonesia. Language processing is shifting the way we interact with machine from keypads to a more natural and efficient way with speech-based interfaces. It automatically conducts many processes that we are now doing manually and clerically, such as analyzing people’s conversation and data analytics. It gathered meaningful insights that help us make better decisions.
20 Dec 2019
Prosa.ai’s NMT Research Awarded as Best Paper at The ICIC APTIKOM 2019
Semarang (24/10), the research paper titled, “Combining Word and Character Vector Representation on Neural Machine Translation”, written by Khaidzir Muhammad Shahih (Prosa.ai Text Engineer) and Ayu Purwarinati (Prosa.ai Chief Scientist of Text and Chairman of AI Center ITB), and presented by Khaidzir, was awarded as Best Paper by the International Conference on Informatics and Computing Asosiasi Pendidikan Tinggi Informatika dan Komputer 2019 (ICIC APTIKOM 2019). The conference was held at Universitas Dian Nuswantoro (UDINUS), Semarang.The paper describes combinations of word vector representation and character vector representation in English-Indonesian neural machine translation (NMT). The results from the experiment showed that NMT models with a concatenation of word and character representation obtained BLEU score higher than baseline model (word only based model), ranging from 9.14 points to 11.65 points.The paper was awarded as Best Paper by ICIC APTIKOM 2019. ICIC APTIKOM is part of an annual event, Rapat Koordinasi Nasional APTIKOM (RAKORNAS APTIKOM), held by Asosiasi Pendidikan Tinggi Informatika dan Komputer (APTIKOM) collaborating with UDINUS. The conference aims to provide a platform for researchers and academics to exchange information, knowledge, skills, and experiences in the field of Computer Science, Information Science, and Computer Engineering. This year, the conference introduced the topic “Memperkuat Masyarakat Ekonomi Digital Melalui Inovasi Industri Kreatif Di Era Revolusi Industri 4.0”.Moreover, the paper presented in the conference by Khaidzir focuses on Natural Language Processing (NLP) specifying in Bahasa Indonesia, one of Prosa.ai’s research and business focus along with Speech Processing for Bahasa Indonesia and Computer Vision.
19 Dec 2019
Ayu Purwarianti Introduced AI Solutions for News at Digital Media Asia 2019
Hong Kong (29-31/10), Ayu Purwarianti (Chief Scientist of Text Prosa.ai) attended the Digital Media Asia 2019, a three-day event focusing on how the digital era influenced media practices, that was held at Ocean Park Marriott Hotel, Hong Kong. She attended as one of the speakers by presenting Prosa.ai’s solutions in automating journalism and media processes utilizing AI.Ayu Purwarianti delivers the topic of how several issues in media and journalism can be solved, such as plagiarism and hoax, utilizing Prosa.ai’s plagiarism detector and Hoax Intel. The plagiarism detector can detect plagiarism through queries input while the hoax detector engine uses deep learning to identify whether queries are hoax or fact by analyzing and classifying news input.Hoax Intel has been utilized in the form of a chatbot that can verify hoax known as “Chatbot Anti Hoaks”. Chatbot Anti Hoax is a collaboration between Prosa.ai with the Ministry of Communication & Information. It is now available on Telegram and Line and can be used to verify news in Bahasa Indonesia.Another solution that Ayu introduced was text classification, an engine that can automatically classify parts in articles using AI. The engine classifies and labels articles by sentiment, topics or quotation extraction.The Digital Media Asia 2019 is an annual event held by The World Association of Newspapers and News Publishers (WAN-IFRA), a global organization of the world’s presses representing more than 18000 publications, 15000 online sites and over 3000 companies in more than 120 countries. The series of events including conference, masterclasses, technology and services expo, and the 9th Asian Digital Media Awards.
17 Dec 2019
Arfinda Ilmania Raih Penghargaan Best Paper di ICACSIS 2019 untuk Riset Analisis Sentimen
Bali (12-13/10), paper berjudul “Positional Embedding and Context Representation for Indonesian Targeted Aspect-based Sentiment Analysis” yang ditulis oleh Arfinda Ilmania (Text Engineer Prosa.ai) dan Ayu Purwarianti, dan dipresentasikan oleh Arfinda Ilmania, meraih penghargaan Best Paper di The 2019 International Conference on Advanced Computer Science and Information Systems (ICACSIS 2019) yang bertempatkan di hotel Meliá Bali, Nusa Dua, Bali.Riset tersebut bertujuan untuk menyelesaikan permasalahan analisis sentimen level aspek dan entitas dalam bahasa Indonesia dengan menggunakan fitur posisi seperti positional embedding dan context representation untuk diadaptasi pada task yang serupa. Pendekatan yang digunakan cukup berbeda dibandingkan dengan penelitian-penelitian sebelumnya, yaitu dengan menggunakan dua langkah klasifikasi untuk mengatasi tantangan analisis sentimen berbasis aspek yang ditargetkan. Hasil yang didapatkan dapat mengungguli baseline yang telah dilatih ulang pada dataset bahasa Indonesia.Karena belum adanya penelitian sebelumnya terkait permasalahan tersebut dalam bahasa Indonesia, riset ini juga bertujuan untuk memperkenalkan dataset baru berisi kumpulan ulasan dalam bahasa Indonesia yang telah dianotasi oleh annotator teks Prosa.ai.Riset tersebut meraih penghargaan Best Paper di ICACSIS 2019, konferensi tahunan yang diinisiasi oleh Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia dan berfokus di bidang Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer. Konferensi tersebut bertujuan untuk menjadi forum internasional yang dapat menyatukan para akademisi yang secara aktif terlibat dalam bidang Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi untuk mendiskusikan inovasi dan perkembangan terkini serta bertukar ide dan kemajuan dalam semua aspek.Selain Arfinda Ilmania, salah satu text engineer Prosa.ai, Abdurrahman Prasetyo, juga mempresentasikan paper di konferensi tersebut. Paper yang dipresentasikan berjudul “Effective Use of Augmentation Degree and Language Model for Synonym-based Text Augmentation on Indonesian Text Classification (case study: Aspect Categorization and Sentiment Classification)” yang ditulis oleh Abdurrahman Prasetyo dan Ayu Purwarianti.
10 Dec 2019
Prosa.ai Introduced Language Technologies fo Bahasa Indonesia at the LT4All UNESCO
Paris (6/12), Dessi Puji Lestari (Chief Scientist of Speech Prosa.ai), Teguh Eko Budiarto (CEO of Prosa.ai), and Totok Suhardijanto (Chief Scientist of Linguists Prosa.ai), attended the International Conference Language Technologies for All (LT4All): Enabling Linguistic Diversity and Multilingualism Worldwide held by UNESCO at the UNESCO Headquarters 7 place de Fontenoy, 75005 Paris, France. Dessi represents Institut Teknologi Bandung (ITB) and Prosa.ai, Teguh represents Prosa.ai, while Totok represents Universitas Indonesia (UI) at the conference. The LT4All conference is a three-day event within the framework of the 2019 International Year of Indigenous Language.Dessi presented two articles at the conference. The first is a paper titled “Indonesian Phoneme Set, Vocabulary, and Pronunciation for Automatic Speech Recognition and Speech Synthesizer” written by Dessi Puji Lestari, Roland Hartanto, Devin Hoesen, Guntario Sukma Cahyani and Sakriani Sakti. The paper describes a design for the Indonesian phoneme set, vocabulary and pronunciation applied for two main speech technology applications, automatic speech recognition and automatic speech synthesizer research for Bahasa Indonesia. The second one is a poster titled “InaNLP: Indonesian Natural Language Processing Tools API”, prepared by Ayu Purwarianti, Dessi Puji Lestari, Teguh Eko Budiarto and Prosa NLP team. InaNLP Is a Natural Language Processing Tool API for Bahasa Indonesia developed by Indonesian scientists, engineers, and linguists. It consists of several NLP tools such as lexical, syntactical, and text classification. It is built with deep learning algorithms, is easy to integrate and combine, and contains manually conducted data annotation by linguists specifying in Bahasa Indonesia literature.Furthermore, Totok presented a project titled "Building Corpora for Under-Resourced Languages in Indonesia", written by Totok Suhardijanto and Arawinda Dinakaramani. The project is an effort to compile and develop local language resources in Indonesia with funding support collected through research funding from various sources. The corpus management application system has so far three main functions which is; to save the corpus text data of regional languages in digital form, to process and store corpus metadata so that it can be accessed by other software, and to analyze corpus text data by corpus methods such as keyword lists, concordances, n-grams, etc.The articles presented by Dessi and Totok is in the realm of empowering indigenous language, in line with the purpose of LT4All, which is to take concrete measures for the promotion of linguistic diversity, truly multilingual internet and language technology, focusing on indigenous languages. UNESCO believes that the development of Language Technologies (LT) should provide opportunities to improve the free flow of ideas by word and image in all languages, leaving no one behind, regardless of their age, gender, abilities, language, or location. All language users should have the right to access and use LT in their own languages. The conference itself aims to identify recommendations on how to best harness technology to preserve, support and promote languages, including lesser-used ones, as well as to increase and facilitate communication between them.
09 Dec 2019
The Importance of Local-powered Language Processing
Jakarta (25/11), Dessi Puji Lestari selaku co-founder sekaligus Chief Scientist of Speech Prosa.ai menjadi salah satu pembicara di acara Kemlu for Startup: Menarik Investasi Modal Ventura Lokal dan Internasional, sebuah acara yang bertujuan untuk memperkuat ekosistem ekonomi digital Indonesia, yang bertempatkan di Hotel Bali Room Kempinski Jakarta. Prosa.ai menjadi salah satu dari 361 startup potensial yang diundang oleh Kementrian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) untuk bertemu dengan berbagai investor dari dalam dan luar negeri.Pada acara tersebut Dessi membagikan pengalamannya kepada para pemodal ventura dan perwakilan startup yang hadir tentang pengalamannya dan teman-temannya dalam merintis sebuah startup AI di bidang pemrosesan bahasa Indonesia. Sejak lama Dessi dan Ayu Purwarianti, salah satu co-founder sekaligus Chief Scientist of Text Prosa.ai, telah berkecimpung di dunia pemrosesan bahasa dikarenakan keduanya merupakan pengajar di Teknik Informatika ITB yang memang mendalami bidang tersebut. Keduanya menyadari bahwa selama ini riset-riset tentang pemrosesan bahasa Indonesia lebih banyak bermanfaat di dunia akademisi meskipun memiliki potensi besar di dunia industri. Apalagi terdapat ratusan juta data teks dan suara tidak terstruktur dalam bahasa Indonesia, baik di media sosial, portal berita, database email, database telepon, dsb; yang bisa diproses baik untuk kepentingan masyarakat maupun industri.Pasalnya, selama ini pemrosesan bahasa yang dirasakan manfaatnya oleh masyarakat lebih banyak datang dari luar Indonesia. Padahal, pemrosesan bahasa yang berbasis kekuatan lokal penting dilakukan dikarenakan setiap bahasa memiliki keunikan tersendiri dan para pengembang lokal lah yang paling mumpuni untuk menciptakan pemrosesan bahasa yang paling relevan dengan audiensnya. Potensi ini akhirnya dapat mulai dikembangkan setelah Ayu Purwarianti bertemu dengan On Lee, CTO GDP Labs sekaligus investor Prosa.ai, pada akhir 2017. Bersama dengan Totok Suhardijanto, M.Hum., Ph.D (Chief Scientist of Linguists Prosa.ai), serta Achmad Imam Kistijantoro, Ph.D (Chief Scientist of Engineering Prosa.ai); Dessi Puji Lestari, Ayu Purwarianti dan Teguh Eko Budiarto (CEO of Prosa.ai) mendirikan sebuah perusahaan AI yang mengembangkan pemrosesan bahasa Indonesia berbasis kekuatan lokal dengan nama Prosa, akronim dari “Pemrosesan Bahasa” sekaligus memiliki arti harfiah “karya sastra bebas”.Semangat untuk mengembangkan “AI berbasis kekuatan lokal” ini selaras dengan tujuan Kemlu RI yang ingin memperkuat ekosistem ekonomi digital Indonesia dengan mengembangkan startup lokal. Kemlu RI percaya bahwa startup merupakan agen diplomasi ekonomi sektor digital yang dapat mewujudkan visi “Indonesia 2045” dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang kini berada di angka 5,08%. Dengan mempertemukan pelaku startup lokal dengan para pemodal ventura dari dalam dan luar negeri, Kemlu RI berharap untuk dapat mewadahi perkembangan para startup tersebut untuk menjadi startup berbasis kekuatan lokal dengan standar internasional.
31 Oct 2019
Prosa.ai Presented Two Papers at the 22nd Oriental COCOSDA
25-27th October 2019, Devin Hoesen (Prosa.ai Lead of Speech Engineers) and Dessi Puji Lestari (Prosa.ai Chief Scientist of Speech) attended the 22nd Oriental COCOSDA held at the University of San Carlos (Talamban Campus), Cebu City, Philippines. Devin Hoesen attended the conference as one of the presenters, while Dessi Puji Lestari also represented Indonesia as a lecturer from Institut Teknologi Bandung.COCOSDA (The International Committee for the Co-ordination and Standardisation of Speech Databases and Assessment Techniques) aims to promote international cooperation in developing speech corpora and coordinating assessment methods of speech input/output systems in the East and Southeast Asia. It also accommodates its participants to exchange ideas, share information and discuss regional matters on creation, utilization, dissemination of spoken language corpora of oriental languages, and also on the assessment methods of speech recognition/synthesis systems as well as to promote speech research on oriental languages.As one of the presenters, Devin Hoesen presented a paper titled “Automatic Pronunciation Generator for Indonesian Speech Recognition System Based on Sequence-to-Sequence Model” written by Devin Hoesen, Fanda Yuliana Putri, and Dessi Puji Lestari. The paper offered a sequence-to-sequence (seq2seq) approach as a solution for automatically generating pronunciation for each Indonesian word in an Automatic Speech Recognition (ASR) lexicon. This approach could supplant the manual method which needed a large number of resources and time.The cross-validation experiment for validating the resulting phoneme sequences achieved a 4.15-6.24% phone error rate (PER). An ASR using the automatically-produced lexicon yielded a minor degradation of 2.22 percentage point of word accuracy compared to the one using the manually-produced lexicon. Therefore, the proposed model could efficiently create a new large pronunciation dictionary for Bahasa Indonesia ASR without degrading the recognition accuracy significantly.Moreover, Dessi Puji Lestari presented a paper titled “Indonesian-English Code-switching Handling Using Polyglot Technique on Indonesian Text-to-Speech System”, written by Gisela Supardi, Guntario Sukma Cahyani, and Dessi Puji Lestari. The paper offered a solution for the code-switching phenomenon, a condition where language switching occurs between the main language (L1) and one or more foreign language(s) (L2), by using the polyglot technique. The CS phenomenon causes a degradation in system performance because the Indonesian text-to-speech (TTS) system cannot pronounce foreign words.For this research, English was the chosen L2 because it is one of the most frequent foreign languages used in Indonesia. The English speech database was obtained by using the polyglot speaker inventory approach. The performance of the polyglot TTS system was measured by comparing it against a monolingual Indonesian TTS system as a baseline. The subjective test results show that the polyglot technique successfully overcomes code-switching. However, the polyglot technique also has an impact on system performance reduction in terms of prosody quality and system efficiency.Both papers focus on speech processing for Bahasa Indonesia, one of Prosa.ai’s research and business focus along with natural language processing for Bahasa Indonesia and computer vision.
07 Oct 2019
Riset Keyphrase Extraction Prosa.ai Raih Penghargaan Best Paper di ICAICTA 2019
Yogyakarta (20-22/09), makalah riset “Improving Joint Layer RNN based Keyphrase Extraction by Using Syntactical Features” yang ditulis oleh Miftahul Mahfuzh (Text Engineer Prosa.ai), Sidik Soleman (Lead of Text Engineer Prosa.ai), dan Ayu Purwarianti (Chief Scientist of Text Prosa.ai) meraih penghargaan Best Paper di konferensi internasional ICAICTA 2019 yang bertempatkan di Hotel Grand Inna Malioboro, Yogyakarta.Berangkat dari permasalahan masifnya data teks di media sosial yang dapat diolah untuk kepentingan industri, riset ini bertujuan untuk meningkatkan kinerja joint layer recurrent neural network untuk proses ekstraksi informasi dengan lebih cepat dan akurat dalam bahasa Indonesia.Riset ini menjabarkan beberapa inovasi dalam keyphrase extraction, di antaranya adalah: penggunaan dataset audiens Indonesia, penggunaan metode augmentation untuk meningkatkan jumlah data latih, pengurangan jumlah kelas saat prediksi keyphrase sehingga menjadi lebih sederhana, serta penambahan beberapa fitur linguistik meliputi part of speech, name entity, dan dependency structure.Informasi tersebut dapat dimanfaatkan oleh perusahaan untuk mengetahui apa yang dibicarakan oleh pelanggan atau calon pelanggan tentang produk dan jasa yang mereka tawarkan. Dengan memahami pembicaraan pelanggan, perusahaan dapat menentukan strategi yang paling tepat untuk meningkatkan kualitas produk atau jasa.Riset tersebut meraih penghargaan Best Paper di International Conference on Advanced Informatics 2019 (ICAICTA 2019). ICAICTA adalah konferensi tahunan yang diinisiasi oleh kelompok peneliti dari Teknik Informatika STEI ITB, UNDIP, dan Toyohashi University of Technology Jepang, serta Fakultas Informatika Universitas Burapha Thailand. ICAICTA memiliki tujuan untuk mempertemukan akademisi dari Indonesia dan mancanegara untuk saling berbagi dan berdiskusi tentang perkembangan ilmu pengetahuan di bidang teknologi informasi.Selain Miftahul Mahfuzh, Sidik Soleman, dan Ayu Purwarianti, beberapa engineer Prosa.ai juga berpartisipasi sebagai peserta di ICAICTA 2019. Riset-riset yang dipresentasikan adalah Design of Translator Android Application for Sign Language and Indonesian Using User-Centered Design Approach (Candra Hesen Parera), Corpus Text and Acoustic Model Addition for Indonesian-Arabic Code-switching in Automatic Speech Recognition System (Rizky Elzandi Barik), dan Transfer Learning from News Domain to Lecture Domain in Automatic Speech Recognition (Iftitakhul Zakiah).
25 Sep 2019
Kontribusi Prosa.ai pada Tata Forum, Aplikasi untuk Komunikasi Produktif
Depok (08/09), Aplikasi Tata Forum karya mahasiswa dan alumni ITB meraih penghargaan di Innovative App Competition, COMPFEST. Tata Forum merupakan aplikasi yang didesain agar setiap komunitas bisa memiliki forum dan anggotanya dapat bersosialisasi secara produktif. Aplikasi ini dikembangkan oleh lima mahasiswa dan alumni Teknik Informatika ITB, tiga di antaranya merupakan engineer di Prosa.ai.Tampilan Tata Forum menyerupai format dari Quora atau Kaskus di mana seorang anggota dapat mempublikasikan sebuah topik dan peserta forum lainnya dapat menanggapi sehingga terbentuk diskusi. Hasil diskusi dalam Tata Forum dapat dikonversi menjadi format XWiki dan ringkasan dalam bentuk post list.Dengan teknologi Text-to-Speech, ringkasan yang telah dibuat dari hasil diskusi dapat secara otomatis dikonversi menjadi ucapan yang seakan-akan dibacakan oleh narator dalam format audio. Hasil diskusi kemudian dapat dipublikasikan sebagai sebuah podcast dan didengar oleh masyarakat luas.Atika Rahmawati, salah satu anggota tim Tata Forum, menyebutkan bahwa penyelesaian aplikasi ini mencapai waktu enam bulan. “Proses pengerjaan cukup panjang karena dilakukan di sela-sela waktu kuliah,” jelas Atika.Pada awalnya aplikasi ini diperuntukkan untuk komunitas yang ada di lingkungan kampus. Salah satu tujuannya adalah agar mahasiswa dan dosen dapat berdiskusi tentang isu seputar kampus, seperti kenaikan UKT atau relokasi kantin. Dalam proses pengembangan Tata Forum, Atika dan anggota tim lainnya menemukan bahwa aplikasi ini bisa dikembangkan untuk segala bentuk komunitas.Tim Tata forum terdiri dari lima orang, di antaranya adalah Atika Rahmawati Y, Harry Kefas, Farhan Ghifari, Annisa Nurul Azhar, dan Candra Hesen Parera. Meskipun anggota tim ada lima orang, nama yang terdaftar pada Innovative App Competition UI hanya dua orang.Aplikasi ini meraih penghargaan sebagai Runner Up di kategori Umum untuk Innovative App Competition di acara tahunan COMPFEST UI. COMPFEST merupakan festival dan kompetisi di bidang Inovasi dan Teknologi yang diadakan oleh Fakultas Ilmu Komputer UI. Beberapa kompetisinya adalah Business-IT Case, Capture The Flag, Competitive Programming Contest, Indie Game Ignite, dan Innovative App Competition.Innovative App Competition memiliki beberapa juri di antaranya adalah Big Zaman (CEO Badr), Lutfi Maulana (Developer Poinin), Rico Harisin (Engineering Manager - Android Tokopedia), dan Sofian Hadiwijaya (CTO Warungpintar.co).
20 Sep 2019
ITB x Prosa.ai di Ritech Expo 2019
25-28 Agustus 2019 lalu, Institut Teknologi Bandung berkolaborasi dengan Prosa.ai menjadi salah satu exhibitor di RITECH Expo 2019, Denpasar, Bali. Beberapa produk yang ditampilkan di antaranya adalah Hoax Analyzer, Voice Intel, Customer Experience, Conversation Analytics, Chatbots dan Reading Assistant.Pengunjung dari pameran ini beragam dari berbagai kalangan, baik akademisi, siswa-siswi, dan masayarakat umum. Pengunjung memberikan berbagai saran dan masukan untuk produk-produk yang ditampilkan, terutama produk yang ditujukan langsung penggunaannya kepada masyarakat seperti Hoax Analyzer.RITECH EXPO merupakan pameran tahunan yang diselenggarakan oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi dengan menampilkan berbagai hasil riset dan inovasi di bidang Teknologi. Bertempatkan di Lapangan Puputan Denpasar, Bali, pameran ini menjadi wadah untuk berbagai produk inovasi unggulan dari perguruan tinggi, lembaga riset, industri, hingga para inovator dari seluruh Indonesia. RITECH EXPO 2019 adalah perwujudan dari tema besar Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (HAKTEKNAS) ke 24, yaitu "IPTEK dan INOVASI dalam Industri Kreatif di Era Revolusi Industri 4.0”.Pameran ini memiliki konsep wahana dan media informasi interaktif serta memiliki beberapa tujuan di antaranya: menghadirkan science experience bagi stakeholder maupun pengunjung; mendorong terjadinya transfer knowledge baik antar peserta maupun peserta dengan pengunjung; menjadi parameter perkembangan produk-produk inovasi terkini; mendorong proses komersialisasi inovasi; mendukung diseminasi inovasi di bidang Industri Kreatif di Era Revolusi Industri 4.0; memiliki nilai interaksi yang tinggi didukung dengan berbagai instrumen, side event, dan bentuk kegiatan pendukung yang saling terkait dengan memberikan penyampaian materi pameran dikemas secara ringan.
15 Apr 2019
Kominfo dan Prosa Luncurkan Chatbot Anti Hoaks
Jakarta - Belakangan ini banyak sekali berita palsu atau hoaks yang beredar di media sosial maupun pesan berantai di aplikasi pesan singkat. Apalagi menjelang Pemilu 2019 ini, jumlah hoaks semakin meningkat jumlahnya.Hari Jumat, 12 April 2019 menjadi hari penting bagi Prosa. Pasalnya, Prosa berkolaborasi dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) meluncurkan chatbot yang diberi nama Chatbot Anti Hoaks.Acara peluncuran Chatbot Anti Hoaks di Gedung Kemkominfo. Foto: detikinetSekilas tentang Chatbot Anti HoaksChatbot Anti Hoaks merupakan asisten virtual yang akan membantu pengguna untuk mengecek kebenaran dari berita yang beredar. Teknologi yang bekerja di belakangnya menggunakan Artificial Intelligence (AI) terutama Natural Language Processing (NLP).Cara kerjanya, berbagai informasi dari media terpercaya dikumpulkan untuk dipelajari oleh sistem hingga akhirnya terbentuk database verificator yang akan memverifikasi sebuah informasi. Kemudian, akan ditampilkan hasil verifikasi kepada pengguna, apakah berita tersebut hoaks atau disinformasi.Akan tetapi, sistem ini tidak bisa bekerja sendiri. Oleh karena itu, dibutuhkan fact checker untuk memastikan kebenaran sebuah berita. Fact checker ini terdiri dari media, jurnalis, dan verifikator, yang bernanung di bawah GDP Venture, yang membantu mengecek kebenaran di lapangan.Cara akses Chatbot Anti HoaksUntuk saat ini, Chatbot Anti Hoaks hanya dapat digunakan di Telegram. Namun, layanan pesan singkat lain akan segera menyusul.Ikuti langkah berikut ini untuk mengakses Chatbot melalui Telegram.1.Buka aplikasi Telegram. Bisa Telegram di HP atau di komputer.2.Tambahkan akun chatbot dengan mengetikkan kata kunci chatbotantihoaks di kolom pencarian.3.Klik Start atau Mulai.4.Masukkan query/informasi yang ingin Anda cek kebenarannya.5.Hasil akan ditampilkan apabila informasi yang Anda masukkan cukup untuk diproses.Peran penting masyarakatPartisipasi masyarakat tentunya sangat diharapkan untuk memaksimalkan kebermanfaatan chatbot ini. Masyarakat dapat memberikan laporan maupun feedback agar chatbot bisa terus belajar dan memberikan hasil terbaik.Video liputan peluncuran Chatbot Anti Hoaks dapat dilihat di sini.
09 Apr 2019
Prosa.ai Turut Memeriahkan Perhelatan CTI IT Infrastructure Summit 2019
Jakarta - Untuk keenam kalinya, CTI IT Infrastructure Summit kembali diadakan oleh PT Computrade Technology International (CTI Group), penyedia solusi infrastruktur teknologi informasi (TI). Acara tersebut digelar pada Rabu, 13 Maret 2019 di Ballroom Hotel Ritz-Carlton, Pacific Place, Jakarta. Agenda acara meliputi penampilan puluhan pembicara dan praktisi bisnis terkemuka serta demo teknologi dan solusi infrastruktur TI dari CTI Technology Center, vendor teknologi dunia, dan mitra bisnis CTI Group.Antusiasme pengunjung booth Prosa.ai. (dok.pribadi)Selain itu, CTI juga mengundang 10 startup Indonesia di bidang AI yang menampilkan inovasi terbaiknya kepada para peserta yang hadir. Prosa.ai dengan bangga menjadi salah satunya. Tim Prosa yang turut hadir yaitu Teguh Eko Budiarto, Dwijaya Kusuma, Ikhwanul Muslimin, dan Rahmi Yuwan.Eko (CEO Prosa.ai) bersama dengan pengunjung. (dok.pribadi)CEO Prosa.ai, Eko, menuturkan bahwasanya Prosa senantiasa mendukung para pelaku bisnis dan stakeholders dalam pemanfaatan teknologi AI ini. Melalui acara-acara seperti ini, Prosa bisa mengenalkan layanan dan produk yang dimiliki, sehingga dapat diadaptasi perusahaan lain untuk meningkatkan produktivitasnya.Booth Prosa.ai. (dok.pribadi)Acara yang bertema “AI for Business: Bringing Cognitive Technology to Business Applications” tersebut menurut Ikhwan sangat bagus dan ramai oleh pengunjung. “Orang-orang jadi mengenal Prosa dan ternyata banyak yang menginginkan produk kita. Selain itu, Prosa mendapatkan banyak feedback dari para pengunjung,” ujarnya, ketika ditanya kesan mengikuti acara tersebut.
09 Apr 2019
Prosa.ai Ikut Berpartisipasi di SAP Asian Innovators Summit 2019
Jakarta - SAP pada tahun ini kembali mengadakan acara Asian Innovators Summit 2019 pada Selasa, 02 April 2019 di Raffles Hotel, Jakarta. Acara ini merupakan wadah bagi para pebisnis untuk memimpin dan menciptakan bisnis model baru melalui Revolusi Industri 4.0. Selain penyampaian materi oleh pembicara, acara yang mengusung tema Together #OurGrowthStory ini juga memiliki agenda pameran teknologi beserta demonya. Acara ini dihadiri oleh lebih dari 500 orang.Delegasi Prosa.ai: Dwijaya, Ikhwan, Taufic. (dok.pribadi)Delegasi dari Prosa.ai yaitu Teguh Eko Budiarto, Dwijaya Kusuma, Ikhwanul Muslimin, dan Taufic Leonardo Sutedjo mendapatkan kesempatan untuk turut berpartisipasi dalam acara ini. Prosa.ai merupakan salah satu dari puluhan pengisi booth pameran. Menurut Ikhwan, AI Speech Engineer Prosa, para pengunjung booth sangat antusias untuk bertanya mengenai Prosa.ai, layanan, dan produk-produknya.Kesan yang sama juga dialami oleh Text Engineer Prosa, Taufic. Ia mengatakan pengunjung booth ramai, terutama antara pukul 12.00 hingga 15.00 WIB. Hal ini menunjukkan bahwasanya AI sudah dipandang memiliki peranan penting dalam kehidupan ini, terutama dunia bisnis.“Senang sekali banyak yang tertarik dengan produk Prosa,” kata Eko, sapaan akrab CEO Prosa.ai. “Harapannya dengan mengikuti acara tersebut, kami (red. Prosa) bisa lebih dikenal oleh perusahan-perusahaan besar lain yang juga menjadi peserta, sehingga kedepannya dapat terjalin kerja sama, baik itu sebagai client, customer, maupun partner,“ pungkasnya.
02 Jan 2019
Membawa Tema NLP, Prosa.ai Mendapat Sambutan Hangat dalam Data Science Talk and Workshop UII
Data Science Talk and Workshop diadakan oleh UII diadakan di Yogyakarta tanggal 8-9 Desember 2018. Dalam forum yang mengangkat tema Toward Academic Challenge & Industrial Demand ini Prosa.ai membawakan topik menarik, yakni NLP.Rahmi Yuwan, salah satu perwakilan dari Prosa.ai menjabarkan penjelasan sederhana mengenai Natural Language Processing (NLP) atau yang dikenal juga dengan pemrosesan bahasa alami, terutama dalam bahasa Indonesia.Data Science Talk and Workshop (gambar dari https://informatics.uii.ac.id/)Sebagian besar peserta yang hadir merupakan teman-teman mahasiswa, baik dari S-1 maupun S-2 juga para dosen yang memang memiliki ketertarikan khusus mengenai data science. Oleh kerena itu, terlihat bahwa mereka sangat antusias terhadap Prosa.ai yang memang secara khusus tengah mengembangkan hal tersebut.Prosa.ai yang memang mengelola data memfokuskan diri pada pengelolaan data bahasa. Dengan adanya kerja sama antara tim data science serta anotator, tentu dihasilkan data yang akurat dan yang paling penting, sesuai dengan kebutuhan.“Mengapa harus Prosa.ai?”Salah satu pertanyaan yang menarik datang dari partisipan ketika dibuka sesi tanya jawab. Sebuah pertanyaan yang tentu sangat menggugah Rahmi Yuwan, sebagai perwakilan Prosa.ai untuk segera dijawab.“Prosa.ai berfokus pada pengelolaan data bahasa Indonesia. Oleh karena itu, kami mengundang teman-teman yang ahli di bidang linguistik untuk bergabung sebagai tim anotator. Ini penting, karena data bahasa Indonesia harus diserahkan kepada yang ahli,” jawab Rahmi Yuwan.Beberapa orang mungkin berpendapat sulit untuk mengelola data bahasa, terutama bahasa Indonesia adalah karena bahasa sifatnya sangat dinamis. Bahasa sangat mulltitafsir dan hal ini mungkin akan sulit dipahami mesin.Oleh karena itu, di sinilah linguis berperan sebab mereka mempelajari struktur bahasa Indonesia secara lebih terperinci. Jadi, data yang dihasilkan anotator yang berasal dari bidang lingustik dapat disesuaikan kebutuhan data yang perlu diolah oleh teman-teman data science. Sebuah kombinasi yang tepat dan hal inilah yang menjadi salah satu kelebihan Prosa.ai.
02 Jan 2019
Prosa.ai Bantu Pemerintah Jabar Perangi Berita Hoaks!
Jengah dengan berita-berita hoaks yang tersebar di berbagai media sosial? Tenang, pemerintah Jabar sudah membentuk Tim Saber Hoaks.Melihat begitu mudahnya informasi dapat tersebar seiring semakin berkembangnya teknologi, kebutuhan untuk membuat “filter” menjadi sangat penting saat ini. Itulah salah satu alasan utama Tim Saber Hoaks Jabar dibentuk.Tim Saber Hoaks yang dikepalai oleh Enda Nasution ini diresmikan oleh Ridwan Kamil di Gedung Sate pada tanggal 7 Desember 2018, lalu.peresmian Jabar Saber Hoaks (gambar dari https://tekno.tempo.co/)Dilansir oleh Tempo Tekno, Enda mengatakan, tim bekerja dengan membuka saluran pengaduan informasi yang diduga hoaks, termasuk lewat media sosial. Timnya juga memanfaatkan software social media analytic untuk memantau informasi mengenai Jawa Barat. “Software pemantauan media sosial dan online news ini dengan kata kunci hoaks, Jawa Barat, dan lain-lain. Ketika ada peningkatan speak (pembicaraan) kita akan mendapat informasi duluan,” kata dia.Tim Saber Hoaks Bekerja Sama dengan Prosa.ai melalui Hoax Analyzer Perangi Berita HoaksMungkin akan muncul banyak pertanyaan, bagaimana kemudian software social media analytic ini akan bekerja mem-filter berita-berita yang masuk kategori hoaks. Di sinilah mesin hoax analyzer bekerja.Mesin hoax analyzer yang dikembangkan dengan kerja sama Prosa.ai berfungsi untuk menganalisa konten yang masuk apakah betul merupakan hoaks atau tidak. Sederhananya, suatu informasi akan dimasukan ke dalam mesin kemudian mesin akan memberikan hasil info tersebut terbilang hoaks atau bukan.Oleh karena hoax analyzer bekerja dengan kemampuan AI, Artificial Intellegence atau yang dikenal juga dengan kecerdasan buatan, mesin ini perlu belajar terlebih dahulu sebelum pada akhirnya dapat bekerja secara otomatis.Awalnya, mesin akan dilatih secara manual dengan data-data yang tersedia. Kemudian, data tersebut diolah dan dikategorisasi untuk melatih kerja mesin tersebut. Selanjutnya, setelah terlatih, mesin akan mampu bekerja secara otomatis membuat filter sendiri sehingga ketika ada data apa pun dimasukkan ke sana."Dia akan men-scrooling database hoaks yang sudah ada sebelumnya. Kemudian dia akan memberikan jawaban semacam estimasi 50 persen hoaks 50 persen betul, atau 70 persen hoaks 30 persen betul. Tetap harus dibantu tenaga manusia juga untuk penilaian akhir. Software ini makin banyak kita beri informasi, dia akan makin pintar," ujar Enda.Semoga dengan adanya ini, masyarakat tak perlu lagi merasa resah dengan berita-berita hoaks yang ada.
02 Jan 2019
Prosa.ai Memperkenalkan NLP Bahasa Indonesia di INA Forum 2018
Prosa.ai kembali hadir dalam forum internasional. Kali ini, diwakili oleh Ibu Ayu Purwarianti, Prosa.ai hadir di INA Forum 2018 “THE OMNI FUTURE”.INA Forum 2018 diadakan pada tanggal 5-6 Desember 2018 di Pacific Place, Jakarta. Forum ini diadakan dengan kerja sama antara Marketeers dengan GDP Lab dan dihadiri peserta dari berbagai kalangan, baik secara nasional maupun internasional.Ibu Ayu Purwarianti dalam INA Forum 2018 (gambar: dokumentasi pribadi)Prosa.ai hadir di hari pertama dengan membawa tema pembahasan utama mengenai AI, Artificial Intellegence atau yang dikenal juga dengan ‘kecerdasan buatan’.“Natural Language Processing Bahasa Indonesia for Marketing Intellegence” adalah tema yang diangkat Prosa.ai sebagai bagian dari tema utama “AI-Powered Media Intellegence”.Tentang NLP Bahasa Indonesia dan Peran Pentingnya dalam Industri Saat IniNatural Language Processing atau Pemrosesan Bahasa Alami sebenarnya telah ada sejak tahun 1950-an. Akan tetapi, pengembangannya baru populer beberapa tahun belakangan. Di Indonesia, tepatnya di ITB, Ibu Ayu Purwarianti mulai mempelajari dan mengajar mata kuliah NLP sejak 10 tahun belakangan.Ina Forum 2018 (gambar: dokumentasi pribadi)Seiring dengan perkembangan zaman, NLP kian penting sebab ternyata NLP yang diolah dengan proses deep learning mampu melatih sebuah mesin untuk melakukan banyak hal yang tentu dapat mempermudah pekerjaan manusia.Melalui media sosial, manusia berbagi banyak hal dengan kata-kata. Kumpulan kata tersebut kemudian menjadi data besar yang dapat digunakan untuk pengambilan keputusan yang penting.Sebagai contoh, seseorang berbagi keluhan di media sosial tentang suatu produk yang dikeluarkan oleh suatu perusahaan, pada awalnya hal ini hanya akan menjadi semacam luapan emosi konsumen semata. Akan tetapi, ketika perusahaan tersebut mau mengelola keluhan tersebut sebagai data, hal ini dapat menjadi bahan evaluasi untuk pengembangan produk yang dimiliki.Kini pertanyaannya, bagaimana kemudian keluhan tersebut dapat diolah menjadi data yang penting? Itulah fungsi Prosa.ai.Seperti yang dijabarkan sebelumnya, Prosa.ai mampu mengelola data-data yang tersebar di berbagai media untuk kemudian dikelompokkan, diklasifikasikan, sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Melihat sentimen positif dan negatif atas suatu produk misalnya, Prosa.ai memiliki Sentiment Analysis.
Prosa.ai dalam INA Forum 2018Itu baru salah satu contoh kecil, selebihnya masih banyak hal yang dapat diolah dengan pemrosesan bahasa alami atau NLP yang tentu dapat bermanfaat bagi perusahaan.Barangkali, Prosa.ai bukanlah yang pertama mengembangkan teknologi NLP. Di dunia saat ini, tentu ada banyak perusahaan pengembangan NLP. Akan tetapi, salah satu poin pentingnya adalah fokus utama Prosa.ai dalam pengembangan data-data bahasa Indonesia tentu dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan perusahaan-perusahaan dalam negeri.Pada akhirnya, hal ini diharapkan mampu menjadi motor untuk mengembangkan teknologi lokal untuk dapat bekerja sama, bersaing di pasar internasional.
04 Dec 2018
Prosa.ai Present 3 Papers for IALP Conference 2018
IALP 2018 is one of the international conference focused on language processing held at Telkom University, Bandung. This conference, which was held on 15-18 November, was open to all public participants who had interest in language processing and its implementation in information technology.The high interest in this international conference can be seen from the number of papers received. Based on the official website, the number of papers received was 110 papers.In IALP 2018, conference participants were allowed to present the idea to present ideas related to the development of language processing. Besides, participants can also listen to interesting presentations from experts such as Professor Daniel Hirst and Professor Yukio Tono, Ph.D. who are indeed no strangers as experts in the field of language processing.Prosa.ai as one of conference participant went extra miles to present 3 papers for IALP Conference 2018.Those three papers submitted was entitled Relation Detection for Indonesian Language using Deep Neural Network–Support Vector Machine by Ramos Janoah and Ayu Purwarianti, Investigating Bi-LSTM and CRF with POS Tag Embedding for Indonesian Named Entity Tagger by Ayu Purwarianti and Devin Hoesen, dan Indonesia Hate Speech Detection using Deep Learning by Taufic Sutejo and Dessi Puji Lestari.The submitted papers are expected not only to be part of IALP 2018, but it can also be used properly for the benefit of scientific development, especially in the field of language processing.
04 Dec 2018
Prosa.ai Becomes a part of International Conference: ICEECS 2018!
The International Conferences on Technology and Computer Science, ICEECS was held again in 2018. This International Event was held at Discovery Kartika Plaza Hotel, Bali, on November 13th, 2018.In accordance with its primary objectives, ICEECS presents as a forum for scientists, engineers, and researchers to share the latest developments which occur in the world in one place. Through the conference, participants present interesting ideas and share with each other. The question and answer forum were opened after the participants finished the presentation.In the process, the participants shared in the forum by opening fascinating topics, as well as many things that might not have been discussed before.Prosa.ai as one of the conference participants presented a topic about natural language processing (NLP). It was explained that NLP could be developed into various types of technology which proved to bring many advantages to life. The topic was presented with a paper entitled Dense Word Representation Utilization in Indonesian Dependency Parsing and Trust Simulation and Modeling Using Iterated Prisoner's Dilemma.Not only that, Achmad Imam Kistijantoro, ST, M.Sc., Ph.D. or who is familiarly called Mr. Imam, member of Prosa.ai, also attended the ICEECS 2018 as a keynote speaker.The ICEECS 2018 held by ITB and National University of Taiwan successfully opened a view on various technological developments which occur in the world.Hopefully on ICEECS 2019, Prosa.ai can come back to share with the world!
21 Jun 2022
Salyns New URL Input Features Has Been Released
Prosa.ai berhasil menghadirkan fitur baru pada solusi Salyns. Awalnya Salyns digunakan untuk menyalin suara secara otomatis dari kegiatan daring baik secara live dan ataupun rekaman, dengan teknologi speech to text.Kini dengan adanya fitur "unggah link video" di Salyns, membuat transkripsi suara menjadi teks bukan hanya semakin mudah, tetapi sangat cepat dan praktis, Sob!Biasanya jika video yang ditonton memiliki subtitle, kita jadi lebih seksama memperhatikan poin-poin yang sedang dibicarakan. Namun, fitur itu hanya tersedia melalui youtube dan tidak dapat diaplikasikan pada semua video. Hmm, jadi mau bagaimana lagi, kita harus mencatat setiap poin dengan detail agar tak terlewat satu poin penting pun.Jangan khawatir bagi para pelajar, mahasiswa, sekretaris hingga siapapun yang ingin kepraktisan, semua keribetan itu sudah tidak berlaku lagi di zaman serba teknologi ini, betul kan Sob. Inilah yang menjadi alasan diluncurkan fitur baru "Unggah Link Video" oleh solusi Prosa, Salyns!Transkripsikan Sekarang!! Video Manapun di Youtube, Google Drive dll!Salyns merupakan transkripsi online pengubah suara menjadi teks Bahasa Indonesia berbasis cloud yang yang membuatnya menjadi mudah untuk dibagikan.Salyns merilis fitur baru yang belum ditemukan di aplikasi lain semacam nya, memungkinkan pengguna mendapatkan catatan yang bisa diedit, ditandai, dan dibagikan dari hasil transkripsi video manapun yang ada di internet (misal youtube, dropbox, maupun google drive).Ya, kini semua itu bisa dilakukan, semudah memasukan URL video pada kolom yang telah disediakan.Coba Salyns sekarang. Dapatkan kuota gratis 4 jam untuk mendapatkan salinan suara terbaik di video favoritmu!Ssst, jangan sampai ketinggalan tetangga sebelah ya Sob, dengan hadirnya inovasi solusi Salyns yang bikin kamu nggak perlu ribet nyatet di https://salyns.prosa.ai
27 May 2022
Optimalkan Customer Service Bisnismu dengan Bantuan Asisten Virtual
Pada era digital saat ini, teknologi memainkan peran penting dalam kehidupan manusia sehari-hari. Perkembangan teknologi ini tentu juga harus diadaptasi oleh pelaku bisnis untuk meningkatkan kepuasan pelanggan dengan beradaptasi terhadap perubahan pola kehidupan.Layanan pelanggan atau customer service kini berangsur menjadi digital dengan adanya teknologi yang saat ini marak dikenal sebagai asisten virtual. Kemudahan akses internet memungkinkan orang untuk bertransaksi 24/7 menjadi salah satu sebab kualitas pelayanan harus tetap terjaga. Sumber daya manusia terbatas dan performansi kualitas pelayanan yang relatif menurun pada saat tertentu membuat kehadiran asisten virtual dibutuhkan.Kehadiran Asisten VirtualMungkin untuk kebanyakan orang sudah sering mendengar dan sudah akrab dengan penggunaan chatbot sebagai substansi customer service dengan sistem kerja yang otomatis dan mampu menjawab pertanyaan customer dalam waktu yang cepat, tepat dan akurat tentunya.Uniknya sistem ini untuk pengguna chatbot memungkinkan kita memiliki asisten virtual. Asisten virtual ini dapat menjawab pertanyaan secara responsif dan tentunya lebih efisien.Mengapa begitu? karena pesan dapat dibalas secara otomatis. Asisten virtual ini sifatnya teks dan diprogram untuk membalas pertanyaan sederhana dengan jawaban yang telah di setting atau ditulis sebelumnya oleh pemilik. Fungsi dari asisten virtual sendiri dapat berfungsi dengan baik untuk pertanyaan dan jawaban spesifik yang telah dilatih si pemilik secara otomatis.Wah ternyata perkembangan zaman sekarang sangat membantu dan luar biasa sekali sistem kerjanya. Penggunaan asisten virtual ini sendiri sebetulnya sangat bervariasi kembali lagi tergantung dari target dan kebutuhan sebuah perusahaan.Diambil sebagai contoh yaitu aplikasi belanja online, biasanya asisten virtual digunakan untuk mengarahkan pelanggan atau customer untuk membeli suatu produk yang telah disediakan kemudian beberapa perusahaan lainnya juga menggunakan asisten virtual untuk menggantikan fungsi dari call center.Melalui kecerdasan buatan (AI), behaviour manusia dapat ditiru dengan adanya asisten virtual yang baik, sehingga tidak akan membuat lawan bicaranya sadar bahwa dia tidak sedang berinteraksi dengan manusia. Tentunya, kini banyak pula perusahaan memanfaatkan asisten virtual sebagai fasilitas untuk pelanggannya.Asisten virtual memungkinkan mesin yang telah dilatih untuk menjawab pertanyaan pengguna dengan kata kunci tertentu. Maka, setiap kali asisten virtual memperoleh pertanyaan dari pengguna, secara otomatis ia akan menyesuaikan jawaban mana yang sesuai dengan intent dan keyword pertanyaan yang diajukan. .Saat ini, terdapat asisten virtual yang didukung oleh teknologi conversational AI (Artificial Intelligence / kecerdasan buatan) yang mampu meningkatkan layanan pelanggan (customer service) yang responsif dan efisien. Hal ini diwujudkan melalui solusi Prosa Conversa, Platform Asisten Virtual 2.0.Tren Asisten VirtualData yang ditunjukkan oleh Google trend mengenai pencarian kata kunci “chatbot” di Indonesia juga terus menunjukkan kenaikan selama 5 tahun terakhir, khususnya atensi yang berada pada puncaknya saat awal pandemi. Hal itu dikarenakan masyarakat mulai menyadari bahwa mereka mempunyai banyak pertanyaan namun bingung kemana dan siapa harus bertanya dengan jawaban yang cepat dan akurat. Tren kenaikan ini menunjukan bahwa masyarakat secara umum semakin menyadari eksistensi dan kebermanfaatan chatbot (asisten virtual).Bagaimana Asisten Virtual dapat Mengoptimalkan Layanan Pelanggan?Dibandingkan chatbot konvensional, asisten virtual yang menggunakan teknologi conversational AI ini mampu mengoptimalkan layanan pelanggan dengan kelebihannya sebagai berikut :Pemahaman pertanyaan dan tanggapan pelanggan secara akurat.Pertanyaan dapat dipahami dengan kata kunci tertentu, sehingga perbedaan struktur kalimat tetapi dengan maksud yang sama tidak menjadi masalah sehingga dapat tersampaikan dan mendapat jawaban yang diinginkan.Database dan pemeliharaan pengetahuan yang mudah.Dengan adanya platform conversational AI, percakapan konsumen dengan agen, topik percakapan, maupun sentimen pelanggan dapat tersimpan dengan baik sebagai database yang dapat dikelola menjadi insight bisnis.Pengalihan dari voice bot ke agen yang mudah.Dalam beberapa kasus, pertanyaan unik yang melibatkan sisi emosional konsumen tak dapat direspon dengan optimal oleh asisten virtual. Oleh karena itu, platform ini memudahkan pelanggan untuk menghubungi agen untuk penanganan masalah secara manual.Bot suara dengan suara alami dan suara sintetis yang dapat disesuaikan.Memanfaatkan integrasi text-to-speech dan speech-to-text, Conversa mampu menjadi voicebot yang terdengar alami.Integrasi multi saluran.Platform ini mampu mengintegrasi saluran layanan pelanggan secara omnichannel (WA, Line, Telegram, FB Messenger, Widget Live Chat). Memudahkan agen untuk menanggapi pelanggan dari berbagai saluran dalam satu tempat.Keuntungan Asisten Virtual Bagi Pelaku UsahaSedangkan bagi pelaku usaha, terdapat kelebihan yang mampu menguntungkan dari segi bisnis, yakni sebagai berikut :Efisiensi biaya sumber daya manusia.Dengan otomatisasi layanan pelanggan melalui asisten virtual, diperlukan lebih sedikit tenaga manusia atau agen dalam merespons pertanyaan dengan pola serupa. Hal ini karena salah satu peran asisten virtual layaknya FAQ interaktif.Pengalaman pelanggan yang lebih baik dan responsif.Dalam pelayanan serba digital saat ini, kecepatan waktu atau responsivitas dalam menjawab adalah hal yang harus diperhatikan. Dengan adanya asisten virtual yang mampu melayani pelanggan 24/7, bukan hal yang tak mungkin pengalaman pelanggan akan meningkat.Cara Mudah Optimasi Layanan PelangganPada sebuah bisnis, pelayanan dengan responsivitas tinggi atau fast response menjadi prioritas karena dapat berdampak langsung pada kepuasan dan pengalaman pelanggan. Hal itu dapat diatasi dengan chatbot yang diberdayakan oleh kecerdasan buatan yang mampu melakukan percakapan secara natural layaknya dengan manusia dan meminimalkan kesalahan yang terjadi akibat kekeliruan manusia.Hal tersebut dihadirkan oleh solusi Prosa Conversa, Asisten Virtual AI yang mampu mengotomatisasi percakapan dan layanan pelanggan Anda melalui omnichannel conversational AI yang bekerja 24/7 yang dapat digunakan oleh berbagai lini bisnis untuk mengoptimalkan customer servicenya. Untuk mengetahui fitur dan manfaat lebih lanjut, kunjungi https://prosa.ai/solutions/chatbots selengkapnya!
20 May 2022
Pahami Pentingnya Autentikasi Akun Pengguna
Banyak sekali proses dan aktivitas kini beralih secara digital. Namun, peningkatan arus digitalisasi ini juga disertai dengan beberapa tantangan, diantaranya keamanan finansial, privasi informasi, dan ancaman keamanan data pribadi. Organisasi bisnis juga rentan terhadap tantangan seperti serangan siber, peretasan, dan penipuan saat mereka menggunakan teknologi modern. Untuk itu, sistem keamanan yang terjamin menjadi penting untuk mendukung aktivitas digital setiap penggunanya.Maraknya Modus Penipuan Digital (Online)Tindak kejahatan bermodus penipuan sudah sangat meresahkan masyarakat pengguna teknologi digital. Setelah SMS, kini para penipu beraksi menggunakan aplikasi WhatsApp. Motif penipuannya bermacam-macam, mulai dari meminta uang, pengambilalihan akun WhatsApp, penawaran hadiah, menang kuis, hingga mengaku dari pihak bank. Kejahatan siber ini merupakan sisi negatif dari dunia maya yang mengancam semua warganet. Di Tanah Air sendiri kasusnya sudah mencapai ribuan kali, khususnya terkait penipuan online.Kejahatan tersebut dapat ditemui di berbagai platform, di antaranya WhatsApp sebanyak 8.357 kasus, Instagram dengan 2.621 kasus, dan telepon atau SMS sebanyak 2.324 kasus, yang kemudian terungkap dalam sebuah simposium bertajuk “Keamanan Berinternet untuk Mencegah Penipuan di Ranah Daring” yang digelar pada 18 Mei 2022 lalu. Dari sisi korbannya sendiri, terdapat tiga wilayah di Indonesia yang terbilang tertinggi korbannya untuk kasus penipuan di ranah digital. Wilayah Jawa Barat menjadi peringkat pertama dengan 3.090 kasus dan disusul DKI Jakarta dengan 2.556 kasus serta Jawa Timur 1.577 kasus.Teknologi AutentikasiMengontrol akses adalah hal paling penting dan fundamental dari semua sistem keamanan. Pencegahan dari serangan penipuan digital yang berawal dari proses autentikasi akan menjauhkan potensi berjatuhannya korban kejahatan siber. Secara sederhana, hanya orang tertentu yang diizinkan masuk, dan orang yang tidak memiliki perizinan tidak boleh masuk. Sistem keamanan ini dilakukan dengan mengonfirmasi, atau yang dikenal juga dengan autentikasi, identitas orang yang mencari akses. Setelah itu dilakukan verifikasi untuk memeriksa apakah orang tersebut diizinkan untuk masuk.Autentikasi adalah proses menentukan seseorang atau sesuatu, sesuai dengan siapa atau apa yang dinyatakannya. Teknologi autentikasi memberikan kontrol akses untuk sistem dengan memeriksa untuk melihat apakah kredensial pengguna cocok dengan kredensial dalam database pengguna yang berwenang atau di server autentikasi data.Autentikasi biasanya dilakukan dengan memberikan tanda pengenal pengguna, seperti alamat email untuk mengidentifikasi orang tersebut. Kata sandi rahasia yang hanya diketahui oleh orang tersebut juga digunakan untuk mengonfirmasi identitas. Umumnya, pengguna harus memilih nama pengguna atau ID pengguna dan memberikan kata sandi yang valid untuk mulai menggunakan sistem. Untuk perusahaan dan organisasi besar lainnya, autentikasi dapat dilakukan dengan menggunakan sistem masuk tunggal atau SSO, yang memberikan akses ke beberapa sistem dengan satu set kredensial untuk login.Cara Bekerja AutentikasiAutentikasi menjadi signifikan sebagai suatu proses yang menjadi tindakan atau pembuktian atau validasi terhadap identitas pengguna ketika ingin memasuki dan mengakses sistem penting tertentu. Namun, autentikasi juga menjadi teknologi yang paling sering dipermasalahkan pada perangkat Android. Hal ini tampak riskan sebab menjadi validasi data pertama saat pengguna ingin memasuki sistem tertentu.Bagaimana cara autentikasi bekerja? Selama proses autentikasi, kredensial yang diberikan oleh pengguna akan dibandingkan dengan kredensial yang ada di file sistem operasi lokal atau melalui server autentikasi. Jika kredensial cocok, dan pengguna yang diautentikasi diberi wewenang untuk menggunakan sumber daya atau data, proses selesai dan pengguna diberikan akses. Secara tradisional, autentikasi dilakukan oleh sistem atau sumber daya yang diakses; misalnya, server yang mengautentikasi pengguna menggunakan sistem kata sandinya sendiri, diimplementasikan secara lokal, memakai ID login (nama pengguna) dan kata sandi. 3 Alasan Pentingnya AutentikasiMengapa autentikasi pengguna menjadi penting? Alasan mendasarnya adalah terkait privasi dan kerahasiaan. Dengan menggunakan nama pengguna dan kata sandi yang unik, autentikasi pengguna membantu bisnis melindungi privasi dan kerahasiaan informasi pelanggan mereka. Untuk layanan dan aplikasi online, banyak bisnis juga menggunakan autentikasi SMS untuk memverifikasi akun pengguna dan mengirim pin otorisasi kepada pelanggan saat mengkonfirmasi transaksi. Ini memastikan privasi dan kerahasiaan informasi pelanggan sambil meningkatkan keamanan.Alasan kedua terkait keamanan. Kode rahasia atau kata sandi membatasi akses dana atau informasi Anda hanya kepada Anda atau orang yang telah Anda bagikan kata sandi Anda. Ketika kata sandi yang salah dimasukkan beberapa kali (kebanyakan 3), kartu secara otomatis diblokir, untuk menolak akses lebih lanjut jika mungkin telah dicuri. Agar tidak diblokir, pemilik perlu mengunjungi penyedia layanan dengan dokumen asli mereka untuk verifikasi.Untuk alasan mengapa autentikasi itu penting yang ketiga yaitu mengurangi pencuri identitas atau indikasi cyber crime. Autentikasi biometrik adalah salah satu bentuk verifikasi yang paling sulit untuk diretas karena melibatkan penggunaan fitur unik pada individu. Beberapa karakteristik fisiologis yang digunakan antara lain pengenalan wajah, pengenalan sidik jari, dan pemindaian retina. Peretas selalu memiliki masalah dalam mereproduksi informasi seperti itu karena setiap orang memiliki karakteristik fisiologis yang unik. Selain itu, ciri-ciri lain, seperti pengenalan suara dan pemindaian penekanan tombol, semakin populer di bidang ini.Biometrik sejauh ini menjadi bentuk autentikasi yang paling disukai di sebagian besar lembaga keuangan dan transaksi. Inilah sebabnya mengapa beberapa aplikasi mobile banking modern mengharuskan penggunanya untuk menggunakan suara sebagai kata sandi, sehingga sangat sulit bagi seseorang untuk menyamar sebagai kamu dan bertransaksi atas nama pengguna. Autentikasi ini salah satunya dapat dilakukan dengan menggunakan sistem keamanan OTP. Kata sandi OTP dapat meningkatkan keamanan autentikasi pengguna karena tingkatan keamanan yang cukup tinggi dibanding sistem keamanan lainnya. OTP memastikan bahwa orang yang meminta akses adalah orang yang berhak atas akses tersebut. Itulah pembahasan mengenai pentingnya autentikasi akun untuk pengguna. Ternyata banyak sekali hal-hal penting yang harus kita ketahui dari autentikasi terkait bagaimana sistem kerja dari autentikasi itu sendiri. Untuk lebih mengenal teknologi autentikasi ini, simak bagaimana Prosa Voice ID memanfaatkan fitur unik dari suara manusia ini untuk melakukan identifikasi. Voice ID menggunakan teknologi biometrik suara untuk pemrosesan yang cepat dengan akurasi tinggi. Prosa Voice ID dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan identifikasi di call-center dan aplikasi mobile. Selengkapnya kunjungi https://prosa.ai/solutions/voice-id
13 May 2022
Solusi Mudah Proses Verifikasi Pelanggan pada Aplikasi Mobile
Perkembangan teknologi memberi keuntungan bagi manusia untuk melakukan sesuatu dengan mudah dan cepat. Hal ini tidak lain juga diadopsi oleh para pelaku bisnis untuk menjalankan bisnis dengan tidak hanya memudahkan konsumen dan cepat, namun diproses dengan akurat. Salah satu cara bagaimana perusahaan mengembangkan layanannya agar menjadi lebih cepat, mudah, dan akurat adalah dalam proses digitalisasi verifikasi pelanggan melalui e-KYC (electronic Know Your Customer) yang sebelumnya adalah KYC (Know Your Customer).Apa itu KYC dan apa perbedaannya dengan e-KYC?Know your customer atau KYC adalah sebuah aturan yang diterapkan institusi jasa keuangan untuk mengetahui identitas nasabah mereka. Hukum ini berfungsi untuk memantau semua kegiatan transaksi nasabah termasuk pelaporan transaksi yang mencurigakan.Dengan adanya e-KYC atau electronic know your customer, proses tersebut dapat dilakukan dengan mudah tanpa melibatkan kontak fisik. Hal ini dikarenakan pengenalan pelanggan melibatkan sistem otentikasi biometrik secara elektronik. Selain itu, eKYC wajib diberlakukan di berbagai institusi keuangan di Indonesia menurut POJK Nomor 23 tahun 2019 karena sistemnya yang mampu melakukan proses observasi pelanggan secara lebih mendalam.Mengapa e-KYC Penting dilakukan?Pada konteks Lembaga Jasa Keuangan (LJK) e-KYC dilakukan dengan tujuan:Verifikasi identitas pelangganMemahami sifat aktivitas pelanggan (tujuan utamanya adalah untuk memastikan bahwa sumber dana pelanggan adalah sah)Menilai risiko pencucian uang yang terkait dengan pelanggan tersebut untuk tujuan memantau aktivitas pelangganDengan begitu, penyedia layanan mengetahui detail yang lebih mendalam serta akurasi tinggi mengenai kategori pelanggan yang akan menggunakan layanan.Manfaat adanya e-KYCMenghindari pencucian uangE-KYC dapat mengurangi risiko pencucian uang atau money laundering, karena nasabah tidak bisa memalsukan dan memanipulasi data. Dengan begitu, potensi terjadinya pemalsuan dapat berkurang secara drastis dan institusi keuangan dapat menghindari masalah itu.2. Biaya yang lebih murahE-KYC tidak hanya mengurangi biaya besar yang biasa dikeluarkan oleh perusahaan untuk proses verifikasi dan identifikasi calon pelanggan atau nasabah. Selain itu, perusahaan tidak lagi menghabiskan kertas untuk cetak formulir dan biaya transportasi untuk pengiriman dokumen karena semua bisa dilakukan via online. e-KYC memungkinkan nasabah untuk lebih efisien karena tidak perlu datang ke kantor langsung, menunggu antrian di lokasi, hingga menghabiskan waktu untuk mengisi formulir.3. Proses verifikasi berlangsung lebih cepatProses verifikasi calon klien dapat dilakukan secara otomatis, sehingga proses pengenalan calon customer akan lebih cepat dibanding KYC yang dilakukan secara manual. Melalui proses E-KYC, para pihak yang terlibat dalam pengambilan keputusan dapat melihat hasil secara langsung dengan lebih transparan. Segala data yang ada juga telah terekam otomatis dalam sistem, sehingga memudahkan pengecekan secara langsung di kemudian hari.4. Mengurangi risiko operasionalKetika data dari pengenalan klien dilakukan secara otomatis, artinya perusahaan telah merasakan efeknya berupa pengurangan risiko human error. Input data secara manual bisa meningkatkan resiko kesalahan yang berujung kepada kesalahan data.5. Dapat digunakan di banyak industriKYC adalah hal yang diwajibkan oleh lembaga keuangan dan perusahaan yang berkaitan dengan keuangan lainnya. Secara proses, e-KYC dapat diterapkan di industri lainnya. Mengingat proses yang cukup mudah, hal ini membantu proses verifikasi lebih cepat. Dengan begitu, setiap industri yang menerapkannya bisa mendapatkan manfaat yang besar.Proses e-KYCProses e-KYC sendiri bisa dilakukan melalui video call atau mengirim foto diri dan KTP saat melakukan proses verifikasi. Kemudian, sistem akan mendeteksi apakah data yang diberikan sesuai. Dengan begitu, pelanggan tidak perlu kerepotan melakukan verifikasi dengan mendatangi bank dan membawa berkas-berkas yang diperlukan seperti KTP fisik atau hasil fotokopi nya beserta beberapa dokumen penting lainnya.Inovasi Verifikasi dengan Mudah, Cepat, Akurat, dan AmanSelain cara yang sudah disebutkan sebelumnya yaitu video call atau mengirim foto diri dan KTP saat melakukan proses verifikasi, terdapat cara yang sama efektifnya atau bisa menjadi komplemen agar proses yang dijalankan menjadi lebih mudah dan aman, yakni melalui suara. Verifikasi melalui suara memanfaatkan pola suara unik seperti halnya sidik jari seseorang untuk melakukan identifikasi pelanggan. Hal itu dihadirkan oleh Prosa.ai melalui solusi bernama Voice ID. Voice ID menggunakan teknologi biometrik suara untuk pemrosesan yang cepat dengan akurasi tinggi dan dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan identifikasi di call-center dan aplikasi mobile.Fitur Utama yang Ditawarkan oleh Voice IDQuick VerificationSeperti yang telah disebutkan sebelumnya mengenai proses verifikasi, Voice ID menawarkan cara baru verifikasi melalui suara dengan cepat, yakni 3 - 5 detik untuk text-dependent dan 4 - 15 detik untuk pengenalan text-independent.Keamanan Data TerjaminPelanggan tidak perlu datanya diselewengkan atau dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab, hal itu karena berbagai data sidik suara disimpan dengan format enkripsi 256-bit. Enkripsi sendiri merupakan proses pengacakan informasi menjadi bentuk angka yang sangat sulit untuk dibaca. Semakin tinggi tingkat bit pada enkripsi maka tingkat keamanan juga akan semakin tinggi dan semakin susah untuk dibobol.2. Voice Liveness & Anti-spoofingVoice ID mampu mendeteksi suara rekaman atau suara sintesis/palsu. Dengan begitu, ia mampu meningkatkan keamanan saat mengautentikasi pengguna yang dikenal dan memungkinkan pemeriksaan identitas yang lebih baik dan sederhana selama pendaftaran pelanggan baru.3. Pemrosesan BersamaanTidak perlu bingung ketika banyak pendaftar yang masuk, sistem dapat menangani pemrosesan atau panggilan paralel dalam satu waktu. Hal itu dapat meningkatkan produktivita customer service.Pengalaman Terbaik untuk PelangganMetode verifikasi dalam e-KYC tentu sangat penting untuk dilakukan terutama oleh berbagai penyedia jasa keuangan seperti bank maupun institusi yang menawarkan jasa fintech. Hal ini dapat dilakukan prosesnya dengan mudah, cepat, akurat, dan aman baik bagi penyedia jasa maupun konsumen dengan memanfaatkan biometrik suara seperti yang ditawarkan oleh Voice ID. Untuk mempelajari lebih lanjut, Anda dapat berdiskusi dengan para ahlinya dengan mengunjungi tautan berikut ini https://prosa.ai/solutions/voice-id.
25 Mar 2022
Sertifikasi 2 Standar Internasional bagi Prosa.ai untuk penerapan ISO 9001:2015 dan ISO 27001:2013
Prosa.ai berhasil meraih sertifikasi 2 standar Internasional untuk ISO 9001:2015 dan ISO 27001:2013 sebagai bentuk komitmen terhadap Standar Manajemen Mutu dan Standar Keamanan Informasi.Sertifikasi ISO 9001/2015 merupakan suatu standar bertaraf internasional untuk Sertifikasi Sistem Manajemen Mutu, atau bisa disebut juga sebagai Sertifikasi Sistem Manajemen Kualitas.Sedangkan ISO 27001/2013 merupakan suatu standar internasional dalam menerapkan sistem manajemen keamanan informasi atau juga yang biasa dikenal dengan Information Security Management System (ISMS).Dengan mengimplementasikan dan mendapatkan sertifikasi ISO di atas, Prosa.ai sudah menerapkan Standar Manajemen Mutu dan Standar Keamanan Informasi berstandar internasional. Penilaian ini dilakukan melalui serangkaian proses audit keamanan informasi yang telah diaudit oleh auditor bersertifikasi.Prosa.ai menerima sertifikasi ISO tersebut dari Badan Sertifikasi ISO dengan Akreditasi Premium bereputasi Internasional yaitu BQSR Quality Assurance Pvt. Ltd.Sebagai penyedia dan pengembang layanan Teknologi pengolah suara dan teks bahasa Indonesia, Prosa.ai berupaya menjaga standar mutu dan keamanan informasi pelanggan.Prosa.ai selalu berusaha meningkatkan layanan dan kepercayaan masyarakat terhadap solusi yang ditawarkannya. Salah satu caranya yaitu melalui pemenuhan sertifikasi berstandar internasional.Pencapaian ini merupakan suatu jalan panjang yang memerlukan usaha dan waktu yang tidak sedikit. Hal itu dapat terwujud karena kerja keras dari seluruh karyawan dan pemangku kebijakan yang bekerja keras di perusahaan. Oleh karena itu, tak lupa kami ingin mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi atas kerja keras dari semua tim yang terlibat.Semoga kedepannya kami dapat terus meningkatkan pelayanan serta kepercayaan bagi seluruh stakeholders dan pelanggan.
23 Feb 2022
Mengetahui Lebih Lanjut SaaS Salyns dan Manfaatnya
Berkat perkembangan teknologi yang semakin maju dan pesat, beberapa perusahaan memanfaatkan celah yang ada. Sebagian orang mungkin masih awam mengenal apa itu SaaS. SaaS adalah kependekan dari Software as a Service. Sebagian orang juga mungkin belum terlalu paham dengan apa itu SaaS. Tanpa kamu sadari, SaaS ternyata sangatlah akrab dengan kehidupan kita sehari-hari, misalnya sebagai contoh Microsoft Office 365, Google Docs, dan lain sebagainya yang hanya membutuhkan beberapa sentuhan pada smartphone atau klik pada PC dan laptop.Software as a Service atau yang disingkat SaaS adalah perangkat lunak yang bisa digunakan dan diakses melalui internet dimana pengguna bisa langsung mencoba tanpa harus melakukan pembelian program atau sistem, serta perangkat keras karena aplikasi ini berada pada server dengan basis komputasi awan, kamu tidak perlu mengunduh perangkat lunak jika ingin menggunakannya atau melakukan pembaharuan sistem.Salyns merupakan aplikasi berbasis speech to text terbaru karya anak bangsa yang di kembangkan oleh Prosa AI. Mengusung tagline “Cara cepet buat nyatet”, aplikasi ini memiliki fungsi mengkonversi suara menjadi teks atau tulisan berbahasa Indonesia secara cepat yang dapat diakses dalam bentuk SaaS. Untuk mengakses dan menggunakan Salyns , yang kamu butuhkan hanyalah browser dan akses internet. Prosa.ai selaku penyedia layanan juga sudah menjamin ketersediaan dan reliabilitas aplikasi, sehingga sebagai pengguna, kamu bisa langsung menggunakannya tanpa harus mengeluarkan biaya investasi atau membeli lisensi yang relatif mahal. Aplikasi ini merupakan salah satu bentuk inovasi teknologi kecerdasan artifisial yang bertujuan untuk membantu dan memudahkan pengguna dalam melakukan transkripsi rekaman suara menjadi teks alih-alih melakukannya secara manual.Dahulu kebanyakan dari kita ataupun perusahaan masih bergantung 100% kepada tenaga manusia dalam menjalankan kegiatan operasional, kini ketergantungan tersebut terus berkurang dengan adanya inovasi teknologi dan sistem digitalisasi. Mulai dari notulen rapat, jurnalis, agen pemasaran, pelajar dan mahasiswa, peneliti, pengacara dan berbagai profesi lainnya tak luput dari fenomena transformasi digital ini. Profesi-profesi tersebut banyak mengandalkan catatan yang diambil melalui suara maupun percakapan secara langsung ataupun rekaman sehingga dibutuhkan cara baru yang lebih efektif dan efisien seperti yang ditawarkan oleh Salyns. Bisa dikatakan bahwa saat ini transformasi digital sudah bukan lagi menjadi suatu kebutuhan akan tetapi keharusan bagi berbagai pihak baik masyarakat umum maupun perusahaan. Hanya dengan melakukan digitalisasi, maka suatu bisnis mampu bertahan dan bersaing dengan kompetitor di tengah gempuran inovasi teknologi.Salyns memiliki model lisensi software yang dapat diakses melalui cara berlangganan atau subscription, pengguna pun bisa langsung mendapatkan kuota gratis sebanyak 240 menit sebagai komitmen dari Prosa.ai untuk memberikan pengalaman pengguna yang lebih baik sebelum memutuskan untuk berlangganan. Layanan Salyns ini bisa diakses melalui browser, dimana pengguna dapat langsung masuk ke dalam sistem dengan username dan password yang terdaftar. Dengan begitu, seluruh pengguna dapat mengakses aplikasi ini dari perangkat elektronik apapun, selama tersedia jaringan Internet.Perlu kamu ketahui apa saja manfaat Salyns bagi pengguna individu maupun perusahaan. Masih belum yakin dan penasaran dengan kegunaan Salyns? Nah berikut adalah manfaatnya, antara lain yaitu :Membuat catatan yang lebih mudah dari cara manual. Kamu bisa mengupload file ataupun merekam suara langsung dengan SalynsMeningkatkan produktivitas berkali lipat karena hasil transkrip didapat dalam hitungan beberapa menit sampai jam, tidak perlu berhari-hari.Tidak memerlukan banyak perangkat ataupun spesifikasi yang canggih, hanya perangkat standar yang terhubung ke internet.Demikian penjelasan tentang Salyns, semoga memberikan wawasan baru mengenai perkembangan teknologi aplikasi pengkonversi suara menjadi teks. Untuk mendapatkan manfaat dari Salyns kunjungi https://salyns.prosa.ai/
28 Dec 2021
Mengapa NLP Penting?
Di Indonesia, NLP (Natural Language Processing) belum dapat dibilang sebagai sesuatu yang common karena sifatnya yang multidisiplin, dimana NLP menggabungkan antara berbagai macam disiplin ilmu termasuk ilmu komputer dan linguistik komputasi. Tetapi dari segi penerapan, bisa kita lihat beberapa contoh yang mungkin pernah Anda temui dalam kehidupan sehari-hari secara sadar maupun tidak sadar.Saat Anda berbelanja online, terkadang Anda sudah tidak lagi chattingan dengan manusia, tetapi Anda chatting dengan program yang dilatih untuk melakukan percakapan. Konsep utama AI adalah mencoba meniru behaviour manusia sehingga sederhananya kita bisa menyimpulkan bahwa chatbot yang baik, tidak akan membuat lawan bicaranya sadar bahwa dia tidak sedang berinteraksi dengan manusia. Inti dari NLP adalah bagaimana caranya agar komputer bisa mengerti bahasa manusia (natural language).Kita tampaknya sudah sering sekali berinteraksi dengan berbagai aplikasi yang memanfaatkan konsep Natural Language Processing (NLP) sebagai salah satu fitur utamanya ini. Bagi Anda yang menggunakan Android, pasti sudah tak asing dengan yang namanya Google Assistant, ataupun Siri pada Product Apple dan Cortana pada Windows.Bahkan mungkin Anda sudah pernah melihat salah satu video pada tahun 2018 dimana Sudar Pichai (CEO Google) menunjukkan kepada kita saat menjadi pembicara di Google I/O ’18, bagaimana Google Assistant bisa menelpon secara otomatis ke tempat bisnis lokal seperti salon dan dokter untuk melakukan reservasi. Selain itu banyak produk lain yang menjadikan NLP sebagai pondasinya seperti aplikasi Chatbot, Social Media Analysis, hingga Mesin Penerjemah dan Mesin Pencari (Search Engine).Di Indonesia, penggunaan chatbot sudah marak di kalangan perusahaan besar baik dari bidang e-commerce, perbankan, bahkan BUMN sekalipun. Mari kita ambil salah satu contoh penerapan chatbot, yaitu pada bidang e-commerce. Databoks memperkirakan pada tahun 2023 jumlah pengguna e-commerce di Indonesia akan mencapai angka 212,2 juta pengguna. Tentu ini akan membutuhkan terobosan yang bisa mempercepat proses bisnis, dan salah satu solusinya adalah chatbot karena bisa melayani pelanggan kapanpun, dan membuat pekerjaan menjadi lebih efektif.Prosa.ai pun berkontribusi dengan menyediakan layanan customer engagement yang terdiri dari Multi-channel CX Analysis, Speech Analytics, dan Chatbot.Produk Chatbot yang dikembangkan Prosa.ai menggunakan teknik terkini di bidang NLP sehingga akan membuat percakapan Anda menjadi interaktif dan tentunya natural. Beberapa fitur utama yang dimiliki Chatbot Prosa.ai adalah kemampuan untuk memahami dan menghasilkan response menggunakan Bahasa Indonesia, penyimpanan data yang aman, kemampuan menangani pertanyaan yang kompleks dan melakukan proses learning secara otomatis berdasarkan response dari chatbot agent dan data input.Bagi Anda yang terjun ke dunia bisnis, Anda tentu sudah paham bahwa customer experience merupakan pembeda antara satu bisnis dengan kompetitornya. Ketika pelanggan mendapatkan customer experience yang baik maka dapat dipastikan pelanggan tersebut akan memiliki hubungan jangka panjang yang baik dengan bisnis Anda, dan juga hal tersebut akan menjadi promosi gratis bagi bisnis Anda.Multichannel CX Analysis memungkinkan anda menganalisis customer experience dengan efektif sehingga Anda bisa mendapatkan wawasan yang bermanfaat untuk bisnis Anda. Anda dapat mengetahui topik-topik yang sedang menjadi buah bibir, mencari keyword yang cocok untuk promosi, dan bahkan melakukan analisis sentimen untuk mengetahui tingkat kepuasan pelanggan Anda. Bayangkan saja akan seberapa efektif konten bisnis Anda jika Anda menggunakan kata kunci yang sedang viral di Indonesia.Speech Analytics memungkinkan Anda untuk mendapatkan informasi yang berguna untuk meningkatkan kualitas customer service melalui percakapan telepon antara pelanggan dengan customer service. Data statistik seperti jumlah panggilan, durasi rata-rata, dan tren panggilan akan tersaji untuk Anda. Selain itu dengan kemampuan NLP-Engine yang dibuat Prosa.ai, Speech Analytics juga memungkinkan identifikasi kebutuhan pelanggan, melakukan analisis sentimen, bahkan melakukan klasifikasi topik dan kategori panggilan seperti pertanyaan, saran atau komplain.Selain di bidang e-commerce, salah satu penerapan NLP yang tak kalah penting di Indonesia adalah pada social media. Mengutip laporan harian Kompas.com yang menyatakan bahwa jumlah pengguna aktif media sosial di Indonesia telah mencapai 61,8 persen pada tahun 2021, dimana bisa kita lihat bahwa orang Indonesia bisa menghabiskan 3 jam 14 menit dalam satu hari untuk mengakses media sosial. Hal ini membuat informasi beredar dengan cepat di media sosial Indonesia, bahkan terkadang informasi beredar tanpa proses verifikasi, cek dan re-check terlebih dahulu. Sehingga kemudian muncul kekhawatiran akan informasi invalid yang beredar di masyarakat atau yang kita kenal dengan istilah hoax. Bahkan Kominfo sendiri mencatat ada 800.000 situs penyebar hoax dan hate speech di Indonesia, yang diperkirakan jumlahnya masih akan terus meningkat.Di dunia internasional, ada beberapa terobosan yang ditawarkan untuk menyelesaikan permasalahan ini. Salah satunya adalah Fake Bananas pada HackMIT 2017 yang membuat infrastruktur berbasis machine learning yang mendeteksi tingkat validitas suatu berita dengan cara membandingkan artikel berita yang akan di cek kebenarannya dengan artikel berita dari sumber terpercaya dan juga sumber berita yang tidak memiliki reputasi. Selain itu, ada juga pendeteksi hoax buatan tiga mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) yang berhasil menjadi juara pertama pada Imagine Cup 2017.Sebagai bentuk kontribusi Prosa.ai dalam menyelesaikan permasalah tersebut, Prosa.ai hadir dengan solusi berupa Hoax Intel yang merupakan hasil kerjasama dengan KEMKOMINFO & MAFINDO. Hoax Intel merupakan sistem pendeteksi hoax berbasis kecerdasan buatan. Teknologi Deep Learning yang digunakan oleh pada platform ini mampu menganalisis dan mengklasifikasi berita untuk mengidentifikasi tingkat validitas berita tersebut. Hoax Intel menyediakan empat fitur utama, yaitu Pelaporan Hoax, Penyajian Artikel terkait, Diskusi Validitas, dan Basis Data Hoaks. Untuk menggunakan produk ini, Anda bisa mencoba nya melalui line atau pun telegram dengan meng-klik artikel berikut.Bagaimana, tertarik untuk mengembangkan bisnis dengan NLP?Eits, tunggu dulu. Ternyata memulai dengan NLP, tidak harus dari Nol. Prosa.ai juga mempunyai produk untuk melakukan berbagai macam proses berbasis NLP terhadap data Anda, yang dikenal dengan NLP Toolkit.Dengan adanya NLP Toolkit, Anda tidak perlu lagi bekerja dari awal untuk menyelesaikan task yang butuh proses NLP didalamnya. Anda pun bisa melakukan emotion detector, klasifikasi teks dan bahkan ekstraksi informasi menggunakan tools yang sudah dikembangkan oleh Prosa.ai. Mulai dari melakukan monitoring media sosial dan portal berita, manajemen dokumen, menganalisis konten, hingga menganalisis feedback customer. Jadi, sudah tau kan apa yang bisa Anda capai dengan NLP?Pelajari lebih lanjut bagaimana NLP Prosa dapat membantu operasional bisnis Anda di sini
08 Jul 2021
Autentikasi Nasabah Lebih Aman dengan Prosa Voice ID
Di zaman yang serba digital ini, data pribadi dapat tersebar dan diketahui orang lain dengan mudah. Mulai dari nama, alamat, tanggal lahir, atau bahkan data nama gadis ibu kandung seseorang yang biasanya digunakan untuk keperluan pembukaan akun perbankan. Data-data pribadi tersebut digunakan oleh institusi perbankan untuk memverifikasi nasabah yang hendak mengakses layanan mereka (eKYC). Artinya, jika seseorang telah memiliki data pribadi orang lain, mereka telah memegang satu kunci penting untuk mengakses akun orang lain. Sementara data pribadi seseorang telah digunakan untuk mendaftarkan diri di layanan-layanan institusi keuangan, provider telepon seluler, dan lain sebagainya. Ini berarti, data pribadi seseorang sebetulnya sudah bukan sebuah rahasia pribadi, melainkan rahasia umum. Pertanyaan yang kemudian muncul adalah, masih relevankah data pribadi seperti nama ibu kandung dan lainnya dijadikan satu-satunya kunci keamanan di zaman sekarang ini?Institusi perbankan di Indonesia menyadari akan bahaya pembobolan akun menggunakan data pribadi. Karenanya, sejak 2017 sudah ada institusi perbankan yang berinisiatif menggunakan teknologi biometrik suara buatan asing untuk melawan tindakan-tindakan tidak bertanggung jawab tersebut. Di Indonesia, Prosa Voice ID menjadi satu-satunya produk teknologi biometrik suara dalam negeri dengan kemampuan yang tidak kalah dengan produk buatan luar negeri yang dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan autentikasi suara di berbagai aplikasi. Berbasis teknologi kecerdasan buatan, Prosa Voice ID mampu mengenali apakah seseorang merupakan pemilik akun yang benar berdasarkan ciri suaranya dengan akurasi yang tinggi dan dalam waktu yang singkat.Dalam mengaplikasikan Prosa Voice ID, institusi perbankan cukup menggabungkan pertanyaan keamanan dengan biometrik suara untuk menjaga rekening nasabah agar lebih aman. Prosa Voice ID menggunakan data sidik suara nasabah untuk mencocokkannya dengan suara penelepon secara real-time, artinya proses autentikasi berlangsung secara bersamaan ketika nasabah sedang menjawab pertanyaan data pribadi dari agen customer service.Pada kesempatan pertama seorang nasabah menghubungi customer service, suara nasabah yang telah terverifikasi dengan pertanyaan keamanan akan di-enroll (didaftarkan) untuk mendapatkan data sidik suara nasabah tersebut lalu dicocokkan dengan nomor rekening nasabah. Lalu, ketika nasabah yang sudah terdaftarkan sidik suaranya tersebut menghubungi customer service kembali melalui telepon, Prosa Voice ID akan melakukan proses verifikasi dengan mencocokkan suara penelepon dengan sidik suara yang telah terdaftar, juga dengan nomor rekeningnya. Akses ke nomor rekening hanya akan diberikan jika pertanyaan keamanan dan verifikasi biometrik suara cocok. Setelah penelepon berhasil terverifikasi sebagai nasabah yang sah, percakapan dengan customer service berlanjut seperti biasanya. Apabila pertanyaan keamanan dan verifikasi biometrik suara tidak cocok, maka customer service akan meneruskan telepon ke divisi fraud.Pelajari lebih lanjut bagaimana Prosa Voice ID dapat membantu operasional bisnis Anda di sini
13 Apr 2021
Nikmati Kemudahan Membuat Voice-over dengan Layanan Prosa Text to Speech (Beta Version)
Kehadiran platform berbagi video seperti Youtube memberikan wadah bagi para content creator untuk berkarya, terlebih lagi di masa pandemi seperti sekarang ini yang membuat jumlah audiens meroket. Tidak hanya video, penikmat podcast pun juga ikut mengalami kenaikan. Implikasinya, para kreator konten baik video, podcast, maupun jenis konten lainnya berpotensi mendapatkan keuntungan semakin tinggi karena kenaikan jumlah audiens.Sama seperti bidang lainnya, dalam proses produksi sebuah konten, selalu ada proses yang repetitif dan bisa disimplifikasi, seperti perekaman audio untuk voice-over dan narasi misalnya. Selama ini, setelah penulisan naskah, kebanyakan para kreator konten merekam langsung suara talent menggunakan recorder. Kelemahan dari perekaman suara talent secara langsung adalah prosesnya yang memakan waktu karena take audio bisa terjadi berulang kali. Karena faktor tersebut, Prosa.ai mengembangkan Prosa Text-to-Speech, sebuah layanan terbaru dari Prosa.ai untuk mengkonversi teks menjadi ucapan berbahasa Indonesia dengan mudah menggunakan teknologi kecerdasan buatan asli lokal.Prosa TTS menyediakan berbagai macam fitur yang memudahkan pengguna untuk mensintesis ucapan sesuai dengan kebutuhan seperti pilihan suara, kecepatan pengucapan, gaya bicara, dan lain sebagainya. Teknologi Prosa TTS dapat menghasilkan ucapan dengan intonasi yang lebih alami menyerupai manusia. Selain menghasilkan voice-over, Prosa TTS ini dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan-kebutuhan lainnya, seperti audiobook, membacakan berita atau untuk pengembangan asisten virtual.Prosa TTS hadir di cloud dan dapat dinikmati sebagai Software as a Service (SaaS) yang dapat diakses sepanjang 24/7 dengan biaya yang sangat terjangkau dengan antarmuka yang user friendly. Untuk mencoba, Anda dapat memanfaatkan paket gratis masa free trial selama 1 bulan dengan kuota karakter sebanyak 10.000 karakter. Jika kuota dan masa free trial Anda habis, Anda dapat memilih paket kuota sesuai kebutuhan Anda. Paket tersedia dengan harga yang sangat terjangkau, mulai dari Rp 125.000,- hingga Rp 900.000,- selama masa promo. Perbedaan dari masing-masing pilihan paket tersebut adalah di masa berlaku dan kuota karakter nya.
23 Mar 2021
Pemanfaatan Teknologi Kecerdasan Buatan di Industri Finansial Melalui Regulatory Technology
Seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin maju, maka semakin kompleks pula tantangan dan risiko yang dihadapi oleh para pelaku industri keuangan, baik industri keuangan konvensional maupun fintech, mulai dari kencangnya laju inovasi teknologi, melawan ancaman cyber security, hingga mematuhi regulasi yang terus berkembang. Hingga bulan Februari 2021, terdapat 1.700 lebih regulasi yang telah diterbitkan baik oleh Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), maupun pemerintah melalui Undang-undang (UU), Peraturan Menteri Keuangan-Keputusan Menteri Keuangan (PMK-KMK), dan Peraturan Pemerintah (PP).Dengan kompleksnya regulasi yang mengatur industri keuangan, para pelaku industri perlu memonitor regulasi baru secara periodik. Selama ini, institusi keuangan di Indonesia memonitor regulasi dengan cara konvensional. Hal ini tentunya bukanlah sesuatu yang mudah. Selain memakan waktu dan tenaga, berdasarkan laporan Deloitte Indonesia, denda akibat pelanggaran regulasi finansial selama 10 tahun terakhir ini mencapai lebih dari USD 300 miliar. Itu pun masih belum ditambah dengan biaya kepatuhan yang terus meningkat setiap tahunnya. Oleh karena itu, kebutuhan akan solusi kepatuhan di industri keuangan merupakan hal yang vital.Apa Itu Regulatory Technology (RegTech)?Regulatory Technology atau yang biasa disingkat RegTech merupakan solusi berbasis teknologi informasi dan kecerdasan buatan untuk membangun sistem tata kelola, kepatuhan, pengawasan transaksi dan pelaporan yang lebih komprehensif dan efisien. RegTech memungkinkan pelaku industri finansial mengotomasi berbagai pekerjaan terkait perubahan regulasi yang saat ini masih dilakukan secara manual, sehingga meningkatkan efisiensi waktu dan biaya, serta menghindari risiko pelanggaran.Di Indonesia sendiri, dukungan terhadap penerapan RegTech ini terlihat dari sikap OJK yang mendorong pelaku jasa keuangan untuk terus meningkatkan penerapan Governance, Risk & Compliance (GRC) yang terintegrasi dan didukung teknologi informasi. Selain itu, terkait sikap pemerintah dalam The Financial Action Task Force (FATF) FinTech and RegTech Initiative, Indonesia juga melihat manfaat dari penggunaan AI pada FinTech, salah satunya yang penting adalah dalam hal (1) pengambilan keputusan yang akurat; serta (2) analisis prediktif pada layanan jasa keuangan.Penggunaan dan Kegunaan RegTech
Contoh daftar peraturan OJK
Contoh daftar peraturan BI
Pemanfaatan RegTech oleh institusi finansial dapat membantu menyimplifikasi proses fungsi SKK (Satuan Kerja & Kepatuhan) yang biasanya dilakukan secara manual. Secara sederhana, proses kerja SKK ini biasanya melibatkan pemantauan manual terhadap situs-situs regulator dan mengecek bila terdapat regulasi baru yang perlu ditindaklanjuti oleh masing-masing institusi keuangan. Staf SKK akan mengunduh regulasi baru tersebut untuk kemudian dianalisis dan dibuat rekomendasi tertulis kepada pihak manajemen. Proses manual ini cukup memakan waktu dan tentunya terdapat kemungkinan human error yang cukup besar sehingga bisa mengakibatkan suatu institusi tidak mengikuti regulasi baru.Financial RegTech mampu mengotomasi proses manual yang selama ini dilakukan oleh fungsi SKK di institusi keuangan seperti perbankan maupun fintech. RegTech berbasis AI akan otomatis melakukan proses crawling data dari situs-situs regulator seperti OJK, BI, dan Kemenkeu lalu mengunduh dan melakukan proses analisis secara cepat. Tidak hanya itu, beberapa solusi RegTech bahkan secara cerdas mampu memberikan rekomendasi kepada unit SKK dalam menerapkan regulasi baru. Hal ini tentunya mampu meningkatkan kualitas ekosistem industri finansial.
Ekstraksi detail informasi regulasi dan hasil analisis secara cerdas
Di Indonesia sendiri, tidak banyak pengembang teknologi AI yang berfokus pada Financial RegTech. Prosa.ai sebagai salah satu pionir industri AI di Indonesia adalah perusahaan AI lokal pertama yang berhasil mengembangkan Financial RegTech. Prosa REGIS (Regulatory Technology Smart Platform) menyederhanakan regulatory compliance sehingga institusi finansial dapat memantau regulasi baru secara otomatis, menganalisis, dan membuat rekomendasi secara pintar. Prosa REGIS mampu mengevaluasi regulasi baru menggunakan metode NLP (Natural Language Processing) terkini sehingga sistem dapat mengekstrak informasi, menganalisis perbedaan informasi, mencari regulasi dan melacak perubahan dari regulasi lama ke baru, serta membuat isu kepatuhan baru apabila diperlukan.Sumber:https://www.integrity-indonesia.com/id/blog/2018/02/07/regtech-cara-teknologi-membantu-bank-penuhi-kepatuhan-di-era-digital/https://finansial.bisnis.com/read/20200728/90/1272362/banyak-risiko-baru-ojk-dorong-tata-kelola-yang-baik-di-sektor-jasa-keuanganhttps://www.ojk.go.id/apu-ppt/id/berita-dan-kegiatan/info-terkini/Pages/Indonesia-dalam-FATF-FinTech-and-RegTech-Initiative.aspx
25 Feb 2021
Trends of Keywords, Sentiments, and Hoaxes Related to COVID-19 on Twitter
It has been a year since patient zero COVID-19 was first discovered in Wuhan, China. In Indonesia, the COVID-19 pandemic has been going on since March 2, 2020, when the government announced the first 2 confirmed cases of COVID-19 patients for the first time. Now, the number of confirmed cases COVID-19 in Indonesia has passed the 1 million cases as of January 26, 2021.For almost 1 year of this pandemic, Prosa.ai managed to collect more than 240,000 data on keyword trends, sentiments, and hoaxes regarding COVID-19 on twitter using COVID-19 Social Media Monitoring based on artificial intelligence technology developed with the AI Center of the Bandung Institute of Technology (ITB)The interesting thing that can be seen from the data is that the most prominent keyword during the eleven months of the COVID-19 pandemic in Indonesia is the regional election, as can be seen in the picture above. Total election keyword data were 17.627 divided into 3 sentiments; positive, negative, and neutral. The identified data with positive sentiment related to the regional elections were 9,860, or the equivalent of 55,9%, while the data with negative sentiment were 6.605, or the equivalent of 37,4%. The rest, as much as 1.162, or the equivalent of 6,6%, are keywords with neutral sentiment. The election keyword itself first appeared in October 2020 with a total of 589 data until finally peaking in November 2020.Aside from keyword trends, the COVID-19 Social Media Monitoring also helps users to monitor public sentiment regarding keywords related to the COVID-19 pandemic. This can be done because Prosa.ai and the ITB AI Center are using Natural Language Processing (NLP) technology in the form of concept-based sentiment analysis. With this technology, the COVID-19 Social Media Monitoring can extract concepts from sentences taken from Twitter and then assess the sentiment on the concept. This can be useful for regulators to map and determine policies in accordance with the existing situation in society.From the total data taken since early March 2020, negative sentiment data made up the majority of the data as much as 44,3%. Then followed by 32% positive data and 23,7% neutral data. It can be seen that the most negative data appear in 2020 on the psbb keyword as many as 7,496 data.In 2021, tweets with neutral sentiment began to dominate the majority of the data. Especially on the vaccine keyword. This is in line with the development of the Sinovac vaccine itself to news such as the first vaccination carried out by President Jokowi earlier this year. During the last 2 months, the keyword vaccine has become the most popular keyword on Twitter. There are 6.725 vaccine keyword data from 30.170 total data for the last two months, or the equivalent of 22.3% of the total data. A total of 4,160 data has a neutral sentiment, 1,922 data is positive, and 643 data is neutral.The COVID-19 Social Media Monitoring platform is also equipped with NLP technology in the form of hoax detection so that it is able to analyze whether a sentence has a hoax tendency or not. The spread of hoax on social media such as Twitter which can confuse and disturb the public can be tackled using this COVID-19 Social Media Monitoring.A total of 23.755 data or equivalent to 9,8% of the total data have a high probability of hoaxes, which is >60% hoax. Meanwhile, 49.298 data or the equivalent of 20,4% were confirmed as facts. The platform can also help to map the areas where hoaxes are spreading the most. Referring to the picture above, it can be seen that the majority of hoaxes spread in Jakarta. From the total tweets on Twitter that had a hoax tendency, 52,81% or the equivalent of 12.545 tweets came from Jakarta.The COVID-19 Social Media Monitoring platform also has various other features. Users can determine the timeframe for retrieving the required data so that they can get data that is more suitable for their needs. This platform is able to compare trends from the existing data. With this data trends comparison, it makes it easier for users to map the existing and current narratives in society. In addition to that, this COVID-19 Social Media Monitoring can also source not only from twitter, but from other social media or online news portals.The summary of the data that has been described above can be seen in more detail through the link https://covid19-socmed.id/. Apart from the COVID-19 Social Media Monitoring which was developed together with the ITB AI Center, Prosa.ai also developed several AI solutions to help mitigate the COVID-19 pandemic, such as e-govt chatbot, AI-based People Management, and so forth. The complete AI-based solution can be seen by visiting the official prose website at https://prosa.ai/ or by emailing business@prosa.ai.
11 Aug 2020
Solusi Berbasis Teknologi AI untuk Mitigasi Pandemi COVID-19
Pandemi COVID-19 yang tengah terjadi menuntut semua orang beradaptasi dengan cepat. Mulai dari pola kebiasaan sehari-hari seperti menggunakan masker setiap keluar rumah hingga bekerja secara remote. Perubahan yang terjadi ini juga membuat banyak orang lebih bergantung terhadap teknologi. Adaptasi teknologi dinilai menjadi kunci menghadapi pandemi ini.Prosa.ai sebagai perusahaan asli Indonesia yang bergerak di bidang teknologi AI dan fokus pada pemrosesan bahasa alami (NLP), pemrosesan suara, dan visi komputer telah mengembangkan beberapa solusi untuk membantu mitigasi pandemi COVID-19 yang tengah terjadi di Indonesia.Meeting TranscriptionMeeting Transcription adalah solusi transkripsi otomatis rapat online yang bersumber baik dari rekaman audio maupun real-time. Teknologi ini memudahkan instansi swasta atau pemerintah yang memberlakukan kebijakan work from home (WFH) selama pandemi. Dengan bantuan Meeting Analytics ini, notulensi rapat menjadi lebih mudah dan cepat.Social Monitoring DashboardSemakin mudahnya akses informasi melalui internet, semakin banyak pula berita bohong atau hoaks. Social monitoring dashboard Prosa.ai ini dapat menampilkan persentase berita hoax terkait COVID-19. Selain itu, pemerintah, instansi swasta, maupun masyarakat dapat memantau tren isu dan sentimen, serta dapat memberikan respon, klarifikasi, ataupun mengambil tindakan dengan cepat berdasarkan data teraktual.Chatbot e-GovernmentChatbot adalah solusi berupa asisten virtual yang dapat membantu entitas pemerintah atau pemerintah daerah menyampaikan informasi seputar COVID-19 dengan cepat, langsung, dan terintegrasi. Selain itu, Chatbot e-Government dapat digunakan untuk melakukan survey dan deteksi dini kepada publik dengan pengalaman yang lebih interaktif dan personal.Vision AI ModulesSelain NLP dan pemrosesan suara, Prosa.ai juga mengembangkan beberapa solusi komputer visi untuk mitigasi pandemi COVID-19. Yang pertama adalah Face Mask Detection. Hal paling mendasar dalam penerapan protokol kesehatan adalah penggunaan masker. Solusi ini mampu mendeteksi apakah seseorang menggunakan masker atau tidak.Kedua, People Counting & Crowd Detection. Solusi ini adalah modul komputer visi untuk memantau protokol physical distancing dan mendeteksi kerumunan di area yang tertangkap kamera. Dengan begitu, penerapan protokol kesehatan dipantau lebih mudah.Yang terakhir adalah Face Recognition. Solusi ini memungkinkan aktivitas-aktivitas seperti verifikasi atau otentikasi data secara jarak jauh sehingga meminimalisir penularan virus.Solusi-solusi berbasis teknologi kecerdasan buatan yang dikembangkan oleh Prosa.ai ini dapat membantu baik instansi pemerintah, swasta, maupun masyarakat umum dalam menghadapi pandemi COVID-19. Data real-time yang dihadirkan dapat menjadi acuan untuk mengambil kebijakan sehingga keputusan akan lebih efektif dan efisien.
28 Apr 2020
Berkenalan dengan Apollo Anti Hoax
Berkat adanya internet, orang dapat dengan mudah menyebarkan dan mengakses informasi. Oleh karena itu, pengecekan kebenaran suatu informasi atau berita menjadi sangat penting. Pada 2017, Mastel melakukan penelitian terkait berita bohong atau yang kerap disebut sebagai berita hoax. Mereka mendapati fakta bahwa 62.10% berita hoax adalah berupa teks, dan media yang umum digunakan untuk menyebarkannya adalah media sosial serta aplikasi pesan/chatting. Keberadaan berita hoax pada umumnya sangat meresahkan dan merugikan masyarakat.Sebagai contoh, ketika masyarakat berjuang menghadapi pandemi COVID-19, masyarakat juga dibuat resah dan panik dengan adanya berita hoax terkait pandemi tersebut. Sejak 23 Januari sampai 18 April 2020, Kominfo berhasil mengidentifikasi 554 berita hoax terkait COVID-19.Alasan-alasan di atas melatarbelakangi kami untuk mengembangkan suatu sistem pengecekan hoax serta aplikasi chatbot yang memudahkan masyarakat untuk mengecek kebenaran suatu berita atau informasi. Sistem tersebut bernama Apollo Anti Hoax. Tim yang bekerja sama pada pengembangan Apollo Anti Hoax ini terdiri atas Prosa.ai, Pusat AI ITB, Datasaur.ai,Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo), sertaIndonesia Association for Computational Linguistics (INACL). Apollo Anti Hoax terdiri atas Hoax Search Engine, chatbot TanyaHoax, serta Hoax Verification Platform. Hoax Search Engine dan chatbot TanyaHoax dapat diakses dan dimanfaatkan oleh masyarakat untuk mengecek kebenaran informasi. Sedangkan Hoax Verification Platform merupakan platform bagi verifikator berita untuk melakukan verifikasi dari aduan atau isu baru yang beredar.Cara Kerja Hoax Search Engine & Chatbot TanyaHoaxHoax Search Engine dan chatbot TanyaHoax merupakan asisten virtual yang membantu pengguna untuk mengecek kebenaran dari suatu berita atau informasi. Teknologi yang bekerja di belakangnya menggunakan Artificial Intelligence (AI) terutama Natural Language Processing (NLP) dan Information Retrieval (IR).Singkatnya, ketika sistem menerima berita sebagai inputan, teknologi NLP digunakan untuk mengekstrak kata-kata penting yang terkandung di dalamnya. Kemudian dengan menggunakan teknologi IR, kata-kata tersebut digunakan untuk mencari berita-berita yang relevan pada suatu koleksi berita. Berita yang berhasil ditemukan akan digunakan sebagai dasar verifikasi terhadap input berita,yang dikategorikan sebagai hoax atau fakta.Oleh karena itu, selain teknologi yang digunakan, kinerja Hoax Search Engine dan chatbot TanyaHoax juga ditentukan oleh kelengkapan dari koleksi berita pada basis data sistem. Koleksi berita yang dimiliki oleh sistem kami dibuat dengan mengumpulkan berita dari media-media terpercaya. Kebenaran dari berita-berita itu dipastikan oleh fact checker yang terdiri dari media, jurnalis, dan verifikator dengan cara memeriksa langsung ke lapangan.Cara Penggunaan Hoax Search EngineHoax Search Engine dapat diakses pada laman https://projectapollo.ai/ kemudian dilanjutkan dengan langkah berikut:Ketik atau paste judul berita/link berita/pesan berantai berupa teks pada kolom pencarian.Pilih gambar dan unggah gambar yang ingin diperiksa (untuk input berupa gambar)Tunggu sampai Hoax Search Engine menampilkan verifikasi dari isu tersebutHoax Search Engine hanya akan merespon satu permintaan verifikasi infomasi pada satu waktu. Pastikan Anda menunggu hasil verifikasi keluar jika ingin melakukan verifikasi beberapa berita.Cara Penggunaan Chatbot TanyaHoaxChatbot TanyaHoax dapat diakses melalui aplikasi LINE dan Telegram dengan cara:Tambahkan @dmu3737o sebagai teman di LINE atau cari “TanyaHoaxBot” pada TelegramKetik atau paste judul berita/link berita/pesan berantai berupa teks pada kolom chat LINE/Telegram (untuk input berupa teks)Pilih gambar dan unggah gambar yang ingin diperiksa (untuk input berupa gambar)Tunggu sampai TanyaHoax menampilkan verifikasi dari isu tersebutChatbot TanyaHoax hanya akan merespon satu permintaan verifikasi infomasi pada satu waktu. Pastikan Anda menunggu balasan dari Chatbot TanyaHoax jika ingin melakukan verifikasi beberapa berita.Disclaimer Apollo Anti HoaxHasil dari sistem ini merupakan prediksi dengan akurasi 92,4%*. Kami akan terus berupaya meningkatkan performansi sistem demi memerangi hoax.Sistem ini hanya menerima input dalam bentuk teks dan gambarSistem hanya dapat mengolah gambar yang mengandung unsur teks(contoh: screenshot pesan berantai, caption di media sosial, atau judul artikel)Sistem menyediakan artikel referensi yang relevan dan akan memberikan prediksi hoax berdasarkan basis data sistemKonten yang terdapat di artikel-artikel hasil rekomendasi bukanlah berasal dari pengembang dan/atau sistem Apollo Anti HoaxLayanan chatbot TanyaHoax hanya berfungsi sebagai mesin pencari yang akan menampilkan hasil berdasarkan analisis terhadap referensi yang ditemukan di basis data, sehingga tidak dapat berkomunikasi dua arah.*Berdasarkan pengujian dari 660 artikel
09 Apr 2020
Pemanfaatan Text-to-Speech untuk Berbagai Kebutuhan
Teknologi AI di Indonesia perlahan-lahan mulai menancapkan pondasinya. Tidak dapat dielakkan lagi, di masa depan AI akan mengambil alih banyak aspek dalam kehidupan kita sehari-hari: mengubah yang manual menjadi lebih otomatis, meningkatkan efisiensi berbagai pekerjaan, serta menciptakan interaksi manusia-komputer yang lebih natural.Salah satu teknologi AI yang sudah banyak penerapannya serta memiliki potensi besar untuk terus berkembang adalah Text-to-Speech (TTS). TTS digunakan utamanya untuk menciptakan suara secara dinamis dan otomatis sesuai kebutuhan. Prosa sendiri sedang mengembangkan sistem TTS spesifik untuk bahasa Indonesia dan sekarang sudah memiliki beberapa tipe suara yang dapat dipilih. Berikut beberapa contoh penerapan Prosa TTS di berbagai sektor:1. Pengumuman lalu lintasPelanggaran lalu lintas terjadi setiap hari dengan jenis pelanggaran yang terus berulang. Melakukan himbauan secara berulang-ulang bisa jadi melelahkan dan tidak efektif. TTS dapat membantu otoritas lalu lintas untuk menegur pelanggar.2. Notifikasi /reminder tagihan pelangganTTS dapat membantu sektor perbankan / multifinance / P2P lending untuk mengingatkan pelanggan dengan pendekatan yang personal namun tetap terorganisir dan efektif.3. Narator audiobookDi era serba digital, perilaku membaca mulai bergeser ke audio dan visual. Orang-orang senang ditemani suara audiobook untuk berbagai kegiatan seperti mengemudi, memasak, bekerja, dsb. TTS dapat mengotomasi pembacaan audiobook dengan hasil sintesis ucapan yang natural layaknya narator.4. Alat bantu untuk disabilitasTeknologi TTS dapat membantu mempermudah berbagai kegiatan untuk para penyandang disabilitas penglihatan. Salah satunya adalah sistem narator untuk ujian tertulis.Selain contoh-contoh di atas, masih banyak penerapan dan potensi penggunaan TTS di berbagai industri. Kunjungi halaman ini untuk mengetahui lebih lanjut tentang TTS dan bagaimana teknologi ini dapat membantu Anda.
03 Apr 2020
Pemanfaatan Prosa Text-to-Speech pada Seleksi Tertulis Pegawai Penyandang Disabilitas
Text-to-Speech (TTS) merupakan salah satu pengaplikasian natural language processing (NLP) yang paling populer. Dengan memanfaatkan machine learning, teknologi ini dapat secara otomatis mengkonversi teks menjadi ucapan. Aplikasinya di industri pun sudah banyak ditemui, mulai dari pembacaan antrian secara otomatis sampai dengan respon interaktif dari perangkat IoT (Internet of Things).Salah satu riset utama yang dilakukan di Prosa.ai adalah pengembangan teknologi TTS spesifik untuk bahasa Indonesia, yang dikenal dengan Prosa Text-to-Speech atau Prosa TTS. Prosa TTS dibangun dari ribuan data rekaman suara penutur asli bahasa Indonesia sehingga dapat menghasilkan hasil sintesis ucapan dengan prosodi dan intonasi senatural mungkin seperti layaknya manusia.Saat ini Prosa TTS memiliki dua model suara wanita dan satu model suara pria untuk ucapan bergaya formal. Prosa TTS juga sedang mengembangkan model suara untuk ucapan yang ekspresif. Prosa TTS dapat diakses melalui API--to be released-- atau on-premise (ditanamkan pada sistem milik klien) dan dapat dikustomisasi menyesuaikan suatu domain tertentu atau istilah tertentu.Prosa TTS kini sudah digunakan untuk ujian tertulis pegawai di instansi pemerintah formasi disabilitas. Bekerja sama dengan Institut Teknologi Bandung, Prosa.ai mengembangkan sistem berbasis TTS untuk membantu peserta ujian yang difabel low vision atau memiliki disabilitas penglihatan.Suasana ujian dengan sistem TTSJika sebelumnya para peserta disabilitas penglihatan ditemani petugas pembaca soal, kini peserta hanya menggunakan headphone sebagai alat bantu. Melalui headphone ini, peserta diperdengarkan audio pembacaan soal. Audio yang terdengar bukanlah suara rekaman manusia, melainkan hasil sintesis ucapan dari mesin Prosa TTS.Penggunaan sistem ini mendapat sambutan yang positif dari para pengguna. Beberapa kelebihan TTS dibandingkan pembacaan soal secara manual oleh petugas, di antaranya:Dapat diputar berulang kali serta memiliki fitur pause, resume, dan stop.Dapat digunakan terus-menerus (reusable).Pembacaan soal yang lebih konsisten, baik dari tempo, intonasi, maupun pelafalan.Dari pengalaman implementasi Prosa TTS, Prosa.ai menemui berbagai tantangan dan juga lesson learned. Salah satunya adalah dalam menangani jenis soal yang sangat beragam seperti soal yang mengandung bilangan, simbol matematika, singkatan, dll. Oleh karena itu, dalam melakukan training model TTS diperlukan sampel soal dalam jumlah cukup besar yang mencakup segala jenis keragaman tersebut. Selain itu, diperlukan juga penyesuaian jeda dan pengaturan tempo secara khusus agar pembacaan soal terdengar dengan jelas dan tidak tidak terlalu cepat.Ke depannya, Prosa.ai akan terus mengembangkan teknologi TTS ini. Beberapa hal yang dapat ditingkatkan adalah:Pemahaman akan domain target, seperti mencakup istilah spesifik domain, bahasa asing, dll.Perbaikan pronunciation.Meningkatkan kecepatan baik dari sisi hardware, programming, ataupun teknik pemodelan.Efisiensi dari segi data untuk membuat model suara baru dengan sampel audio yang lebih sedikit.Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang Prosa Text-to-Speech di halaman ini.
25 Feb 2020
Berkenalan dengan Teknologi Biometrik Suara
Seiring dengan teknologi yang berkembang pesat, institusi bisnis dihadapkan dengan tantangan penipuan digital yang semakin pintar. Saat ini, metode populer yang digunakan perusahaan untuk mengamankan data pelanggan adalah dengan mewajibkan agen customer service (CS) mengajukan berbagai pertanyaan keamanan untuk memverifikasi identitas pelanggan. Meskipun telah menjadi standar yang sudah diterapkan di industri seperti banking, insurance, dan healthcare, nyatanya metode ini masih memiliki banyak kekurangan.Perlu mengingat jawaban pertanyaanUser bisa saja tidak langsung ingat jawaban dari pertanyaan keamanan, atau memiliki keterbatasan seperti lanjut usia atau disabilitas.Memakan waktuMenurut laporan dari Neustar, verifikasi identitas lewat pertanyaan keamanan memerlukan waktu rata-rata 45-90 detik. Ini bukan hanya memakan waktu untuk pelanggan yang ingin segera menceritakan keluhan, akan tetapi juga membuat agen CS kewalahan mengingat ada ratusan telepon yang perlu dilayani setiap harinya.Pencurian data pribadiDi era digital ini, selalu ada kemungkinan informasi pribadi pelanggan dapat bocor atau dicuri. Ketika data yang dulu dianggap sebagai data pribadi (tanggal lahir, alamat, nama ibu, dll.), kini bisa diakses dengan mudah melalui search engine ataupun media sosial.Salah satu alternatif solusi akan masalah-masalah ini adalah dengan memanfaatkan teknologi voice biometrics atau biometrik suara.Biometrik Suara untuk Call CenterBiometrik suara adalah teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI) yang memanfaatkan fitur unik dari suara manusia untuk menciptakan voiceprints atau “sidik suara”. Sama halnya dengan sidik jari, sidik suara merupakan keunikan yang hanya dimiliki oleh satu individu.Teknologi biometrik suara dapat mendeteksi apakah suara yang masuk benar suara asli seseorang ataukah suara impostor (pemalsu identitas). Hal ini memungkinkan verifikasi identitas pelanggan yang lebih efektif dengan menggunakan suara. Call center tentunya dapat memanfaatkan biometrik suara untuk melindungi data pelanggan dari kegiatan seperti identity theft, social engineering, dan tindak manipulasi data lainnya.Disamping itu, biometrik suara juga dapat meningkatkan efisiensi agen CS dalam proses verifikasi identitas pelanggan, misalnya pengurangan jumlah pertanyaan keamanan mandatory yang perlu ditanyakan apabila suara user sudah terverifikasi.Ada dua jenis metode voice authentication dalam biometrik suara:Text-dependent: User perlu menyebutkan sebuah frasa yang telah ditentukan agar proses autentikasi suara dapat dilakukanText-independent: proses autentikasi suara tidak bergantung pada suatu kata atau frasa tertentu.Secara umum, kedua metode memiliki skenario yang hampir sama dalam pengaplikasiannya:User melakukan enrollment (pendaftaran) sidik suara ketika pertama kali menelepon ke call center.Ketika user menelpon pada kesempatan selanjutnya, sistem akan melakukan proses verifikasi dengan mencocokkan suara user dengan sidik suara yang telah terdaftar. Sebagai gambaran umum, proses biometrik secara text-independent dapat menghasilkan akurasi yang baik dalam waktu < 20 detik.Setelah user terverifikasi, percakapan dengan agen CS dapat berlanjut seperti biasa.Apabila user tidak berhasil terverifikasi dan dianggap sebagai impostor, maka dapat diberlakukan penanganan manual sesuai proses bisnis masing-masing perusahaan.Potensi Penggunaan Biometrik SuaraMeskipun skenario tersebut lebih familiar untuk penggunaan di call center industri perbankan, beberapa institusi lain pun dapat menggunakan sistem biometrik suara untuk berbagai use case:Perusahaan asuransi menggunakan biometrik suara untuk mencegah penipuan klaim asuransi dan pemalsuan rekam medis.Di bidang kesehatan, fasilitas kesehatan seperti rumah sakit menggunakan biometrik suara untuk mengautentikasi pasien dan memberikan kontrol akses pada perawat.E-commerce dapat menggunakan biometrik suara untuk mempercepat proses check out untuk pelanggan.Perusahaan menggunakan biometrik suara untuk memonitor presensi karyawan dan memberikan akses ruangan.Lembaga Penegak Hukum menggunakan biometrik suara untuk kegiatan forensik berbasis audio serta memonitor tahanan yang bebas bersyarat atau tahanan dalam masa percobaan.Di Indonesia sendiri, Prosa.ai merupakan perusahaan dalam negeri pertama yang melakukan riset dan pengembangan teknologi biometrik berbasis suara ini melalui produk Prosa Voice ID.Pelajari lebih lanjut bagaimana solusi biometrik suara dapat membantu operasional bisnis Anda di halaman ini.
22 May 2019
Chatbot Antihoaks Kini Hadir di LINE
Setelah sebelumnya Kominfo meluncurkan Chatbot Antihoaks di Telegram (baca di sini), kini Chatbot Antihoaks sudah bisa digunakan oleh para pengguna LINE.Dengan hadirnya Chatbot Antihoaks di LINE, masyarakat Indonesia mempunyai banyak pilihan untuk mengecek kebenaran dari suatu berita atau artikel sesuai dengan aplikasi pesan singkat yang mereka gunakan.Buat para pengguna LINE, berikut langkah-langkah untuk mengakses Chatbot Antihoaks1). Instal LINE dan daftarkan diri Anda apabila belum mempunyai akun LINE.2). Tambahkan akun resmi Kominfo dengan ID @kemkominfo (harus pakai @).3). Masukkan judul/link/isi dari artikel atau berita yang ingin Anda cek. Anda harus memasukkan statement yang lengkap, tidak hanya simple statement agar dapat diproses.4). Hasil tersebut akan langsung ditampilkan.
15 Apr 2019
Kominfo dan Prosa Luncurkan Chatbot Anti Hoaks
Jakarta - Belakangan ini banyak sekali berita palsu atau hoaks yang beredar di media sosial maupun pesan berantai di aplikasi pesan singkat. Apalagi menjelang Pemilu 2019 ini, jumlah hoaks semakin meningkat jumlahnya.Hari Jumat, 12 April 2019 menjadi hari penting bagi Prosa. Pasalnya, Prosa berkolaborasi dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) meluncurkan chatbot yang diberi nama Chatbot Anti Hoaks.Acara peluncuran Chatbot Anti Hoaks di Gedung Kemkominfo. Foto: detikinetSekilas tentang Chatbot Anti HoaksChatbot Anti Hoaks merupakan asisten virtual yang akan membantu pengguna untuk mengecek kebenaran dari berita yang beredar. Teknologi yang bekerja di belakangnya menggunakan Artificial Intelligence (AI) terutama Natural Language Processing (NLP).Cara kerjanya, berbagai informasi dari media terpercaya dikumpulkan untuk dipelajari oleh sistem hingga akhirnya terbentuk database verificator yang akan memverifikasi sebuah informasi. Kemudian, akan ditampilkan hasil verifikasi kepada pengguna, apakah berita tersebut hoaks atau disinformasi.Akan tetapi, sistem ini tidak bisa bekerja sendiri. Oleh karena itu, dibutuhkan fact checker untuk memastikan kebenaran sebuah berita. Fact checker ini terdiri dari media, jurnalis, dan verifikator, yang bernanung di bawah GDP Venture, yang membantu mengecek kebenaran di lapangan.Cara akses Chatbot Anti HoaksUntuk saat ini, Chatbot Anti Hoaks hanya dapat digunakan di Telegram. Namun, layanan pesan singkat lain akan segera menyusul.Ikuti langkah berikut ini untuk mengakses Chatbot melalui Telegram.1.Buka aplikasi Telegram. Bisa Telegram di HP atau di komputer.2.Tambahkan akun chatbot dengan mengetikkan kata kunci chatbotantihoaks di kolom pencarian.3.Klik Start atau Mulai.4.Masukkan query/informasi yang ingin Anda cek kebenarannya.5.Hasil akan ditampilkan apabila informasi yang Anda masukkan cukup untuk diproses.Peran penting masyarakatPartisipasi masyarakat tentunya sangat diharapkan untuk memaksimalkan kebermanfaatan chatbot ini. Masyarakat dapat memberikan laporan maupun feedback agar chatbot bisa terus belajar dan memberikan hasil terbaik.Video liputan peluncuran Chatbot Anti Hoaks dapat dilihat di sini.